Aplikasi Si Nilai-UNM Dianggap Kegagalan Inovasi Kampus, Mahasiswa Rasakan Kesulitan

banner 300300

Makassar – Universitas Negeri Makassar (UNM) tengah menjadi sorotan setelah secara resmi meluncurkan aplikasi digital penginputan nilai bernama Si-Nilai. Aplikasi yang diresmikan pada Jum’at (09/5) lalu.

Aplikasi yang awalnya digadang-gadang sebagai terobosan digital untuk menyederhanakan proses administrasi akademik. Namun, peluncuran yang seharusnya membawa angin segar itu justru berubah menjadi badai kritik.

banner 500350

Si-Nilai merupakan program unggulan yang digagas langsung oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNM, Prof. Andi Aslinda, menjelaskan bahwa aplikasi Si-Nilai dirancang untuk memberikan kemudahan kepada para dosen input nilai secara cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.

Namun, di balik semangat digitalisasi itu, muncul suara-suara lantang dari para dosen dan mahasiswa yang merasa justru dirugikan oleh kehadiran Si-Nilai.

“Alih-alih mempermudah, aplikasi ini bikin repot! Kami hanya bisa input nilai menggunakan jaringan kampus. Bayangkan, saya harus tetap di kampus sampai malam hanya untuk bisa akses sistemnya!,” keluh seorang dosen yang enggan disebut namanya.

Tak hanya dari kalangan dosen, mahasiswa pun angkat bicara. Mereka menyebut aplikasi ini malah menghambat penyelesaian studi.

Selain itu yang paling krusial adalah pembatasan input nilai yang hanya bisa dilakukan di semester yang sama. Artinya, nilai untuk semester ganjil hanya bisa diinput di semester ganjil, dan nilai semester genap hanya bisa masuk di semester genap.

Kebijakan ini langsung menuai kecaman, terutama dari mahasiswa tingkat akhir.

“Saya lagi ambil SKS lebih biar bisa cepat lulus. Tapi sistemnya cuma bisa terima 9 SKS! Ini kan gila! Bukannya membantu, malah bikin stuck!,” protes salah seorang mahasiswa

banner 500350

Tinggalkan Balasan