Makassar – Kepanikan terlihat jelas di berbagai station pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak) di berbagai SPBU di Makassar, Sulsel, Rabu (01/4) pagi.
Pantauan baca online id di SPBU Andi Pangerang Pettarani pukul 08.30 WITA antrian mengular hingga 1 KM untuk roda empat (mobil) dan sekira 500 Meter untuk roda dua (sepeda motor).
Antrian sepanjang itu terjadi imbas beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar yang diwacanakan terjadi di tanah air.
Salah satu warga yang ditemui menyebut antrian panjang, apalagi di tengah teriknya matahari cuma menguras energi dan mengungkapkan kekesalan terhadap masyarakat panic buying (kepanikan) sebagai SDM rendah.
“Semalam diumumkan pemerintah tidak ada kenaikan, tapi tetap antri sepanjang ini, begitulah jika SDM rendah,” ujar dia ditemui di SPBU AP Pettarani.
Dia mengungkapkan, mengajak warga lain yang sedang mengisi bensin Pertalite (BBM Subsidi) untuk tidak panik dan mengisi bensin sesuai kebutuhan dan tidak mengisi penuh tangki motornya.
“Jika siklusnya begitu terus, masyarakat panik dan semua mengisi penuh, fenomena ini (antrian panjang) bakal terus terjadi. Seperti saya full tank itu Rp40.000, tapi saya cuma isi Rp.20.000, harus mulai dari diri sendiri, ” pungkas sembari mengajak warga lain untuk tidak panik.
Terakhir dia mengutarakan keinginan agar pemerintah mengawasi SPBU yang mulai nakal dengan mengendapkan BBM. “Iye itu perlu diperhatikan juga, nanti dimanfaatkan,” tutupnya.
Pengumuman Pemerintah
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan ketegasan terkait BBM, Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi ataupun nonsubsidi.
Hal ini ditegaskan Mensesneg Prasetyo Hadi setelah Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina melakukan koordinasi atas petunjuk dari Presiden Prabowo Subianto.
“Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Dengan demikian, tidak akan terjadi kenaikan atau penyesuaian harga BBM per 1 April 2026 besok.
Prasetyo berharap penegasan ini dapat memberikan informasi yang lebih jelas dan akurat kepada masyarakat. Istana juga meminta masyarakat tidak panik karena ketersediaan BBM dalam negeri masih aman.
“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin,” ucap Prasetyo.








