Kuala Lumpur – Tim dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang terdiri atas Dr. Tutik Agustini, S.Kep., Ns., M.Kes., Dr. dr. H. Muhammad Khidri Alwi, M.Kes., dan Prof. Dr. Yusriani, SKM., M.Kes., melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional.
Pengabdian Internasional itu bertajuk “Improving Psychosocial Status and Nutritional Status Through Nursing and Nutritional Health Interventions in Kampung Baru, Kuala Lumpur.”
Kegiatan yang digelar di Sanggar Pendidikan Informal Kampung Baru, Kuala Lumpur ini diikuti oleh puluhan siswa dari keluarga berpenghasilan rendah.
Anak-anak tersebut diketahui memiliki risiko tinggi mengalami permasalahan psikososial, seperti stres, kecemasan, dan rendahnya kepercayaan diri, serta masalah gizi seperti kekurangan energi kronis (KEK) dan berat badan kurang, serta berat badan berlebih/obesitas.
Prof. Dr. Yusriani, selaku perwakilan tim pengabdian menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan status gizi anak melalui intervensi keperawatan komunitas dan intervensi kesehatan gizi secara terpadu.
“Masalah psikososial dan gizi saling berkaitan dan berdampak langsung terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, pendekatan yang kami lakukan menggabungkan aspek kesehatan mental dan pemenuhan gizi agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan berprestasi,” ujar Prof. Yusriani.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu:
• Identifikasi awal, meliputi asesmen status psikososial dan pengukuran status gizi (IMT/U dan BB/U).
• Intervensi psikososial, berupa konseling kelompok, pelatihan keterampilan sosial, dan penguatan dukungan sebaya.
• Intervensi gizi, melalui edukasi gizi seimbang, pelatihan penyusunan menu berbasis pangan lokal, dan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi.
• Monitoring dan evaluasi<span;>, untuk menilai efektivitas program dan memastikan keberlanjutan kegiatan.
Selain melibatkan tim dosen dan mahasiswa, kegiatan ini juga menggandeng kader pendamping sanggar agar program dapat berlanjut secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Menurut Dr. Tutik Agustini, pendekatan kolaboratif antara keperawatan dan gizi menjadi kunci dalam memperbaiki kualitas hidup anak-anak di lingkungan dengan keterbatasan ekonomi.
“Melalui kegiatan sederhana seperti konseling, edukasi, dan praktik gizi sehat, anak-anak mulai menunjukkan perubahan positif dalam cara berpikir dan pola makan mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. dr. H. Muhammad Khidri Alwi menambahkan bahwa kegiatan ini juga memperkuat jejaring kerja sama internasional UMI dalam bidang kesehatan masyarakat global.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UMI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang kesehatan yang baik dan kesejahteraan (Good Health and Well-being) serta pendidikan berkualitas (Quality Education).








