Kubu Fadel Gelar Musda XVI di Manunggal Sudirman, Klaim Menang Ketua KNPI Sulsel

banner 300300

Makassar – Anggota DPRD Sulsel Muhammad Fadel Taufan Ansar (FTA) mengklaim kemenangan dan terpilih sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel 2025-2028.

Hal itu diungkapnya setelah melalui proses Musyawarah Daerah (Musda) XVI Manunggal pada Selasa (09/12) malam dan dilaksanakan Dewan Pengurus Pusat (DPP) KNPI Pusat.

Menurut Pengurus DPP Almanzo Bonara, seluruh proses penetapan ketua telah berjalan sesuai garis komando organisasi. Mengikuti instruksi langsung dari Ketua Umum DPP KNPI, Ryano.

“Jika ada pihak yang masih mempertanyakan keabsahan forum, saya tegaskan bahwa saya hadir membawa mandat resmi dari Ketua Umum. Semua langkah yang diambil akan kami pertanggungjawabkan di tingkat pusat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa forum yang memilih Fadel Tauphan merupakan satu-satunya Musda yang dilaksanakan sesuai perintah DPP.

“Musda ini sah, legitimate, dan berada di bawah kendali DPP. Saya berharap semua pihak dapat menerima realitas organisasi ini,” tegasnya.

Almanzo menambahkan bahwa setiap keputusan yang lahir dari forum tersebut memiliki dasar hukum organisasi yang kuat.

“Saya hadir bukan atas inisiatif pribadi, tetapi atas instruksi langsung dari Ketua Umum. Karena itu, hasil Musda ini akan dicatat sebagai keputusan resmi DPP KNPI,” jelasnya.

Ia turut menyinggung Rapimpurda sebelumnya yang menghasilkan 59 OKP, namun dianggap tidak memenuhi standar karena ada pihak yang mengatasnamakan DPP tanpa mandat.

“Jika ada pihak yang menggelar forum serupa tanpa mandat resmi DPP, maka itu tidak lebih dari kegiatan ilegal. Tidak ada Musda lain di luar yang dipimpin DPP,” tegas Almanzo.

MPI Meradang

Eks Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel Imran Eka Saputra miris melihat oknum pengurus pusat (DPP) yang ingin menjalankan tata kelola organisasi sewenang-wenang.

Hal itu ditegaskan Ketua Majelis Pemuda (MPI) DPD KNPI Sulsel saat menghadiri khusus Musda XVI Horison, Selasa (09/12) pukul 23.18 WITA hingga Rabu dini hari.

“Di KNPI Sulsel, kita punya tradisi. Kita rapi berkegiatan, tidak pernah pragmatis dalam pemilihan. Ini tiba-tiba dipaksakan menetapkan calon tertentu,” kata dia sambil menenangkan peserta Musda XVI Horison.

Dia kecewa berat lantaran jalannya Rapat Pimpinan Daerah (Rapimpurda) sempat dipimpin Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Ludikson tanpa dasar yang jelas.

Menurutnya, sikap pimpinan sidang sangat jauh dari prinsip kolektif dan dialogis yang selama ini dijunjung KNPI Sulsel.

“Pimpinan sidang memaksakan kehendaknya. Tidak mau mendengar dan menghargai pendapat forum. Saya kecewa karena terkesan memaksakan satu calon tertentu, sementara ada dua kandidat,” ungkap Imran dengan nada suara kecewa.

Dia pun mengungkap akar masalah atau biang kerok hingga membuat situasi kisruh hingga sidang menjadi diskors. “Ada 190 OKP mendadak diajukan sebagai peserta forum dan membatalkan Rapimpurda panitia lokal (KNPI Sulsel) yang sudah dilaksanakan,” pungkasnya.

Menurutnya oknum DPP membawa gaya otoriter ke dalam forum daerah. “Ada oknum DPP yang bermain dan merusak KNPI Sulsel. Yang memimpin sidang itu datang dengan gaya otoritas, memaksakan kehendak. Itu yang saya tidak nyaman,” ungkapnya.

Ia bahkan sempat menegur langsung pimpinan sidang tersebut. “Saya bilang, kalau mau ketemu saya, temui saya sebagai mantan Ketua KNPI Sulsel. Tidak boleh masuk rumah orang dengan gaya begitu,” tutupnya.

Sebelumnya, KNPI Sulsel menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XVI untuk mencari kepengurusan 2025-2028, Selasa (09/12). Kegiatan pembukaan digelar di Aula Asta Cita Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur dan dihadiri Ketua-Anggota DPRD Sulsel.

Kegiatan berlanjut untuk sidang-sidang di Hotel Horison Makassar. Namun sempat terhenti, imbas pengambilalihan forum dari DPP.

Sempat memanas hingga sidang deadlock, pleno keputusan pendaftaran kepesertaan hasil Rapimpurda akhirnya berlanjut hingga penetapan Vonny Amelia Suardi sebagai Ketua DPD KNPI Sulsel periode 2025-2028.

banner 500350

Tinggalkan Balasan

Baca Juga