[Hoaks] 100% Informasi Bohong BP2MI Beri Bantuan Rp150 Juta ke TKI/PMI, Hati-hati Scamming!

banner 300300

Jakarta – Unggahan video beredar di media sosial mengatakan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menjanjikan bantuan Rp150 juta untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Secara spesifik, narasi dalam unggahan menyebut dana bantuan diberikan untuk PMI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

banner 500350

Tetapi, unggahan tersebut tidak benar atau hoaks. Narasi yang beredar Video yang mengeklaim BP2MI menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia beredar di sosial media Fesbuk.

Dalam video tersebut menampilkan eks Kepala BP2MI, Benny Rhamdani sedang melakukan panggilan video dengan seorang TKI. Benny kemudian meminta TKI tersebut untuk mengirim nama lengkap dan alamat tinggal.

Dalam video, terdapat surat dengan logo BP2MI dan Kementerian Sosial yang berisi pengumuman terkait bantuan Rp150 juta kepada TKI di Timur Tengah Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

Bagi yang tertarik mendapat bantuan diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di unggahan itu.

Penelusuran Kompas.com

Hasil penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Benny Rhamdani identik dengan unggahan di kanal YouTube Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada 2021.

Kala itu Benny yang saat itu menjabat Kepala BP2MI melakukan panggilan video dengan seorang TKI bernama Sri Nawa yang bekerja di Dubai.

Dalam video aslinya, Benny berbincang terkait pemulangan Sri Nawa ke Indonesia usai mengalami kekerasan saat bekerja di Dubai.

Benny tidak menjanjikan bantuan Rp150 juta seperti dalam narasi unggahan yang beredar. Adapun, saat ini BP2MI telah berubah nama menjadi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenPPMI).

Usai dicek, di laman dan media sosial resminya tidak ditemukan informasi valid BP2MI menjanjikan bantuan Rp150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, dan Malaysia.

Kesimpulan

Video yang mengeklaim BP2MI menjanjikan bantuan Rp 150 juta kepada TKI di Timur Tengah, Taiwan, Hongkong dan Malaysia merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

Adapun video aslinya adalah momen ketika mantan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani melakukan panggilan video dengan seorang TKI yang berada di Dubai.

Dalam video, Benny membahas terkait pemulangan TKI tersebut ke Indonesia usai mengalami kekerasan.

banner 500350

Tinggalkan Balasan