Infaq Muhammadiyah Bantu Penyintas Bencana Aceh-Sumatra Tembus Rp80 M

banner 300300

Jakarta – Data mengungkapkan, amal usaha dan jejaring yang dikelola organisasi Muhammadiyah usai diminta Ketua Umum membantu penyintas banjir bandang Sumatra-Aceh mencapai Rp80 miliar.

Melalui gerakan Infaq serempak khusus Jum’at, dana bantuan untuk korban bencana di Sumatera-Aceh itu berhasil dihimpun hingga menembus angka puluhan miliar dari berbagai amal usaha Muhammadiyah.

banner 500350

Dana tersebut berasal dari infaq rutin jamaah di berbagai lingkungan Muhammadiyah, mulai dari masjid, sekolah, perguruan tinggi, hingga rumah sakit.

Sedikit demi sedikit, infaq yang dikumpulkan setiap pekan itu berubah menjadi bantuan nyata bagi mereka yang terdampak bencana, di tengah krisis kemanusiaan yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Gerakan ini menjadi bukti bahwa semangat fastabiqul khairat bukan sekadar ajakan moral. Nilai tersebut hidup dalam tindakan nyata yang terorganisasi, konsisten, dan terus berjalan, sehingga mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Adapun angka terbaru itu setelah sebelumnya diberitakan Rp70 miliar.

Ridho, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ridho Al-Hamdi, seusai konferensi pers bertajuk “Korupsi Sumber Daya Alam dan Bencana Kemanusiaan” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jum’at (19/12) seperti dikutip dari media Khittah.

Alhamdulillah dari gerakan itu semua, dikelola oleh PP Muhammadiyah, secara teknis oleh LazisMu, terkumpul hanya dari infak Jumat berkah pekan lalu, itu sebesar Rp80 miliar,” ujar Ridho.

Ridho menambahkan, nilai tersebut belum termasuk bantuan yang dihimpun secara mandiri oleh berbagai amal usaha di bawah Muhammadiyah. “Saya kira lebih dari Rp80 miliar kalau itu dikumpulkan tidak hanya dari Jum’at berkah,” lanjutnya.

Meski jumlahnya belum sebanding dengan total kerugian bencana yang mencapai triliunan rupiah, manfaat infaq ini diharap terasa langsung di lapangan.

Dana yang terkumpul digunakan untuk mengoperasikan dapur umum, l mendistribusikan obat-obatan, mendukung layanan kesehatan darurat, serta membantu penyediaan hunian sementara bagi para penyintas.

Dikelola secara transparan oleh Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Infaq Jum’at Muhammadiyah menjadi contoh bagaimana filantropi berbasis komunitas dapat memperkuat ketahanan sosial dan menumbuhkan kembali harapan di tengah situasi sulit.

banner 500350

Tinggalkan Balasan