Makassar – Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah tegas usai pecahnya aksi kekerasan antar kelompok pemuda yang menyebabkan sejumlah rumah warga hangus terbakar di kawasan utara kota.
Insiden terjadi di sekitar pekuburan Beroangin, Jalan Pannampu, hingga wilayah Sapiria, Kecamatan Tallo, pada Selasa (18/11) sore.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, langsung turun tangan dengan melakukan koordinasi lintas aparat. Ia memastikan penanganan kasus ini berada di bawah kendali penuh pihak kepolisian dan TNI.
“Saya sudah melakukan koordinasi terbatas dengan kepolisian, Dansat Brimob, dan unsur TNI untuk memastikan para pelaku segera ditindak,” kata Munafri, yang akrab disapa Appi, Selasa sore.
Menurutnya, tindakan kekerasan yang berujung kerusakan dan meresahkan masyarakat tidak boleh dibiarkan. Ia menekankan agar proses identifikasi dan penangkapan pelaku berlangsung cepat dan menyeluruh.
“Ini sudah masuk kategori kejahatan, jadi harus diproses lebih lanjut. Saya tekankan bahwa penanganan seperti ini harus mendapatkan atensi serius,” tegasnya.
Selain mendorong penegakan hukum, Appi juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk memutus akar masalah.
Pemerintah Kota Makassar berencana masuk langsung ke lingkungan yang rawan konflik guna memberikan program pembinaan dan kegiatan positif bagi anak-anak serta remaja.
“Kami ingin memberikan pola pelatihan dan aktivitas yang bermanfaat agar mereka bisa terlibat dalam kegiatan yang produktif,” jelasnya.
Namun, Appi mengakui bahwa sebagian besar pelaku di lapangan masih berusia sangat muda, bahkan ada yang baru 14 hingga 15 tahun. Kondisi ini membuat pemerintah harus merancang pendekatan berbeda melalui pelatihan informal dan pendidikan nonformal.
“Kadang yang perlu diarahkan bekerja justru anak-anak yang masih 14–15 tahun. Karena itu kami siapkan pelatihan informal agar mereka bisa punya kesibukan yang produktif,” ujarnya.
Program pelatihan yang disiapkan mencakup keterampilan teknis dasar seperti perbengkelan motor, servis pendingin ruangan, hingga berbagai keahlian praktis lainnya yang dapat langsung digunakan untuk mencari penghasilan.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan sistem pendidikan informal yang memungkinkan mereka mengikuti penyetaraan ijazah.
“Kita ingin mereka punya skill yang bisa langsung diterapkan, sekaligus kami buat sistem pendidikan informal agar mereka bisa mendapatkan ijazah penyetaraan untuk dipakai melamar kerja,” tutup Appi.








