Makassar – Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Makassar menyampaikan apresiasinya terhadap Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono dan jajaran Polri di Sulawesi Selatan.
Hal itu diungkapkan organisasi pengacara tersebut usai diterima Kapolda Sulsel di Mapolda, Kamis (02/01) siang. Kendati demikian, pihaknya tetap mengawal dan membentuk tim untuk melakukan koordinasi tingkat penyelidikan.
“Jadi pertemuan hari ini adalah ada harapan besar dari kita pihak sebagai (profesi) pengacara dan kolega dari almarhum Rudi (Rudi S Gani) sebab Kapolda sendiri menerima kami dan memberikan instruksi kepada jajaran untuk bergerak (membuka kasus seterang-terangnya) tidak berhenti di sini saja,” ujar H Hasman Usman S.H.,M.H dari Peradi Makassar.
“Kami membentuk tim untuk mengawal dan berkoordinasi pihak kepolisian untuk tingkat penyelidikan dan seterusnya agar terbuka kasus ini motif dan semuanya,” tambahnya.
Terkait peristiwa yang menimpa salah seorang rekan sejawatnya mendiang Rudi S Gani. Peradi mengungkapkan terduga pelaku terbiasa menggunakan senjata dan memilih momentum tepat untuk melancarkan aksinya.
“Ini menggunakan senjata, apakah jenis senjatanya ini, orang yang melakukan ini yang belum diketahui ini, bukan ini tidak sembarangan. Orang ini mengerti alat yang digunakan dan waktu yang tidak sembarangan (memanfaatkan letupan petasan),” ujar Tadjuddin Rachman.
Diberitakan sebelumnya,seorang pengacara menjadi korban penembakan dari orang tidak diketahui (OTK) di rumahnya saat momen pergantian tahun, Selasa (31/12) malam lalu.
Korban diketahui bernama Rudi S Gani warga Kaluku Bodoa Tallo dan ditembak petrus (penembak misterius) di rumah keluarganya di Kabupaten Bone, Sulsel. Korban Rudi sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak tertolong dan meninggal dunia.








