Makassar – Rumah Sakit Pusat (RSP) Otak, Jantung dan Kanker yang terletak di Kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) mulai melayani JKN BPJS terhitung mulai 01 Juni 2025.
Hal itu dibenarkan pihak BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Makassar ihwal selebaran yang beredar luas di Sulawesi Selatan.
“Ass iya bang benar RS CPI telah penandatanganan PKS dgn BPJS Kesehatan Cab. Mks kmaren untuk pelayanan peserta JKN, RS CPI kategorinya type A sama dengan RS Wahidin, atau RS yg menjadi rujukan akhir,” kata BPJS Makassar saat dikonfirmasi beredarnya flyer pelayanan JKN BPJS, Selasa (27/5) kepada baca online.
Sekedar diketahui, Presiden RI ke-7 Ir Jokowi meresmikan RSP OJK pada September 2024 lalu. Sejak resmi beroperasi pelayanan BPJS Kesehatan belum berlaku di sana.
Untuk diketahui, RSP OJK, yang dilengkapi helipad dan dermaga, dirancang sebagai fasilitas medis kelas dunia, berfungsi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan wisata medis. Rumah sakit ini terdiri dari beberapa tower: Tower D untuk pengobatan kanker, Tower C untuk pengobatan otak, dan Tower B untuk pengobatan jantung.
RS OJK memiliki 12 lantai dan menawarkan layanan khusus untuk jantung, otak, dan kanker, termasuk:
226 tempat tidur untuk pasien jantung
268 tempat tidur untuk pasien otak
274 tempat tidur untuk pasien kanker
16 ruang operasi
7 cathlabs
20 unit kemoterapi
95 tempat tidur untuk ICU, ICCU, PICU, dan ICVCU
59 tempat tidur untuk HCU/Perawatan Menengah
3 bunker LINAC
33 tempat tidur untuk rumah singgah
RS OJK merupakan salah satu dari dua rumah sakit di Indonesia yang mengkhususkan diri dalam pengobatan otak, jantung, dan kanker, dengan rumah sakit lainnya berada di Surabaya.
RSVK ini bakal menjadi ikon wisata medis sebab menawarkan keindahan bahari Sulawesi Selatan. Selain menjadi ikon wisata medis, ternyata RSVK Otak, Jantung dan Kanker ini memiliki fasilitas kelas dunia. Seperti penggunaan Siklotron untuk layanan dalam dunia medis, khususnya penyakit kanker.
Lalu, apa itu Cyclotron?
Dilansir dari Huntsman Cancer Institute Siklotron atau Cyclotron adalah alat akselerator partikel yang berperan penting dalam dunia kesehatan. Ia bekerja dengan cara menggunakan medan elektromagnet untuk mempercepat partikel bermuatan hingga mencapai kecepatan dan energi yang sangat tinggi.
Dalam dunia medis, Siklotron memiliki dua kegunaan utama, seperti:
Produksi radioisotop: Siklotron dapat membuat unsur tertentu menjadi radioaktif atau isotop radioaktif. Isotop radioaktif ini kemudian dimanfaatkan untuk membuat radiofarmaka, yaitu obat yang mengandung bahan radioaktif untuk keperluan diagnosis dan pengobatan penyakit, terutama kanker.
Pencitraan medis: Beberapa siklotron tertentu dapat langsung digunakan untuk terapi radiasi dengan sinar neutron. Namun penggunaannya lebih jarang dibandingkan produksi radioisotop.
Ringkasnya, siklotron tidak langsung digunakan untuk mengobati pasien, melainkan berperan penting dalam memproduksi bahan-bahan yang digunakan untuk diagnosis dan pengobatan penyakit, terutama dalam dunia onkologi atau pengobatan kanker.
Pertama kali diterbitkan pada tahun 2019. Database Siklotron untuk produksi radio nuklida adalah alat untuk membantu para ahli seperti ahli radiofarmasi dan pemilik serta pengguna fasilitas siklotron medis untuk menemukan dan bertukar informasi teknis, terkait pemanfaatan, dan administratif mengenai pengoperasian siklotron.
Hal ini merupakan bagian dari komitmen International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk meningkatkan kemampuan negara-negara dalam memproduksi radioisotop dan menerapkan teknologi radiasi dalam layanan kesehatan.
Dan untuk diketahui, Siklotron hampir digunakan di seluruh rumah sakit di dunia sebagai metode pelayanan medis terbarukan.







