Makassar – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) resmi menolak hasil seleksi Sekretaris Provinsi (Sekprov) di Tahun 2023 lalu.
Selanjutnya, meminta Pemprov Sulsel melakukan lelang jabatan untuk jabatan strategis yang diisi Eselon I tersebut.
Adapun mereka yang dibatalkan adalah Andi Taufik Kepala Pusat Pelatihan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan LAN RI, Muh Iqbal Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulsel dan Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pemprov Sulsel, Sukarniaty Kondolele.
Dalam surat KASN bernomor Nomor B-1239/JP.00.00/03 tanggal 30 Maret 2023 diterima redaksi menyebut, poin kedua menyatakan membatalkan hasil seleksi dan meminta dilakukan lelang jabatan.
“Selanjutnya kami meminta sebelum disetujui dilakukan pembatalan hasil seleksi terbuka agar saudara menyampaikan juga surat pernyataan di atas materai dari peserta yang masuk calon terbaik yang menyatakan tidak keberatan untuk dilakukan seleksi terbuka kembali, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan dan permasalahan dikemudian hari,” tambahan bunyi poin keempat.
Sementara poin kelima menyebutkan pertimbangan dilakukannya proses lelang jabatan berdasarkan adanya upaya hukum dari eks Sekprov Sulsel sebelumnya.
“Perlu kami tegaskan bahwa proses kasasi atau gugatan pemberhentian sdr Abdul Hayat Gani selaku sekretaris daerah sebelumnya masih berlangsung (belum selesai) sehingga belum mempunyai kekuatan hukum tetap.”
LHKPN Calon Sekprov Sulsel
1.Sukarniaty Kondolele
Berdasarkan LHKPN yang dilaporkan per 10 Maret 2023 Sukarniaty Kondolele tercatat memiliki total harta kekayaan 11.122.200.437 (11,1M) diakses bacaonline.
Dengan jumlah kekayaannya itu, Sukarniaty menjadi Calon Sekda yang paling kaya dibandingkan 2 pesaingnya. Sementara untuk utang, Sukarniaty tercatat tidak memiliki utang.
Total kekayaan yang dimiliki Sukarniaty mayoritas terdiri dari tanah dan bangunan. Dalam laporan LHKPN tersebut, Sukarniaty tercatat memiliki 8 bidang tanah dan bangunan dengan total aset Rp9 M. Aset berupa tanah dan bagunan yang dimiliki Sukarniaty mayoritas berada di Kota Makassar, namun ada juga yang berada di Kabupaten Gowa, Kota Palu, dan Jayapura.
Hampir semua tanah dan bagunan yang dimiliki Sukarniaty merupakan hasil sendiri.
Namun, ada satu aset berupa yanah seluas 600 M2 dengan nilai Rp1 M di Kota Palu yang merupakan warisan.
Selain tanah dan bangunan, Sukarniaty juga tercatat memiliki 4 alat transportasi yang terdiri dari 1 unit mobil Mazda minibus tahun 2013, serta 3 unit motor.
Semua alat transportasi yang dimiliki Sukarniaty merupakan milik sendiri dengan total nilai mencapai Rp208 juta.
Dalam laporan LHKPN tersebut, Sukarniaty juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya yang nilainya mencapai Rp145.963.860. Sukarniaty juga tercatat memiliki total dan dan setara kas senilai Rp1.466.891.418 (1,4 M).
2. Andi Taufik LHKPN KPK Rp9,6 M
3. Muh Iqbal LHKPN KPK Rp4,8 M






