Makassar – Angka Pengangguran Terbuka (TBT) di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan mencapai jumlah yang tidak sedikit.
Setidaknya, menurut data Pemkot ada sebanyak 66 ribu terlacak menganggur. Plt Dinas Ketenagakerjaan dalam Forum Perangkat Daerah menyebut untuk data 2025 ada 9,60 persen dari total 688.454 penduduk angkatan kerja.
“Tidak seluruh lulusan pendidikan tinggi dapat langsung terserap ke dunia kerja, sehingga berdampak pada meningkatnya angka pengangguran,” ujar Zainal dilansir redaksi beberapa waktu lalu.
Kata Zainal , sektor perdagangan dan industri masih menjadi potensi utama dalam penciptaan lapangan kerja.
Kendati demikian, selama 5 tahun terakhir, Pemkot Makassar mengembangkan berbagai program perluasan kesempatan kerja yang bersifat ramah tenaga kerja atau employment friendly.
Adapun program tersebut antara lain pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan sesuai hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
Ada juga penyediaan tenaga kerja siap pakai, serta peningkatan kualitas pelatihan kerja bagi pencari kerja lokal.
Pemkot Makassar juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk menghadapi persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif.
“Upaya ini dilakukan melalui penguatan akses dan mutu pelatihan kerja guna meningkatkan produktivitas tenaga kerja di perusahaan,” kata Zainal.
Pihaknya berharap, sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran.









