Makassar – Masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir akhirnya mulai teratasi.
Beberapa hari belakangan, warga dirisauakan dengan antrean panjang hingga mengular ke badan jalan.
Antrean tidak cuma menyusahkan pengguna bahan bakar (BBM), namun merembet ke pengguna jalan.
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak pemerintah daerah serta Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan yang dinilai responsif dan aktif mengawal isu ini hingga mendapatkan solusi dari pihak terkait.
”Kami sangat bersyukur antrean di SPBU sudah tidak ada lagi. Terima kasih kepada pemerintah dan Ketua KNPI Sulsel yang cepat tanggap menyuarakan keresahan kami warga kecil. Sekarang kami bisa kembali beraktivitas dengan tenang tanpa perlu khawatir kehabisan bahan bakar,” ujar Ridwan, salah seorang warga di Makassar.
Hal senada juga disampaikan Hairil, tadinya dia menyebut harus mengambil banyak waktu hingga mengantre dini hari untuk mendapatkan BBM.
“Alhamdulillah, tidak perlu mengantre panjang, dan beberapa SPBU juga seperti itu,” pungkasnya, Senin (14/9) kepada awak media.
Sebelumnya, kelangkaan BBM sempat mengganggu mobilitas harian warga, khususnya bagi para pengemudi transportasi umum, ojek daring, hingga pelaku usaha mikro yang bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Sinergi dan pengawasan ketat yang dilakukan pemerintah bersama jajaran KNPI Sulsel dalam memantau jalur distribusi serta mendesak PT Pertamina Regional Sulsel melakukan pengawasan.
Dari sisi pemerintah, diberlakukan beragam kebijakan, seperti pembentukan Satgas, pengisian ganjil-genap, pemberlakukan sekolah daring dan WFH.






