Bangga! Ketua Alumni Pesantren Darul Istiqamah Sandang Guru Besar di UIN

banner 300300

Jakarta – Kabar membanggakan datang dari Makassar. UIN Alauddin Makassar resmi mengukuhkan Prof. Dr. H. Munawir Kamaluddin sebagai Guru Besar dalam bidang Pendidikan Nilai dan Karakter (Akhlak).

Ia menjadi profesor pertama dari keluarga besar Pesantren Darul Istiqamah, sekaligus cucu pendiri pesantren, Kh Ahmad Marzuki Hasan.

banner 500350

Ucapan selamat mengalir dari Amerika. Imam Masjid Istiqlal Houston, Dr. Kh. Muthahhir Arif, menyebut capaian ini sebagai kebanggaan bersama.

“Ini bukan hanya capaian pribadi, tapi kebanggaan bagi seluruh alumni Darul Istiqamah. Semoga menjadi inspirasi generasi pesantren untuk terus menekuni ilmu,” ujarnya.

Bagi Imam Muthahhir, momen ini terasa lebih istimewa karena Prof Munawir adalah teman sekelasnya semasa menimba ilmu di Pesantren Darul Istiqamah.

“Saya mengenalnya sejak kecil, satu bangku di kelas, dan hari ini Allah takdirkan beliau menjadi Guru Besar. Ini bukti nyata bahwa dari pesantren bisa lahir ulama sekaligus akademisi yang diakui,” tuturnya.

Guru Besar Pertama Santri Darul Istiqamah

Imam Muthahhir menambahkan, capaian ini menegaskan pesantren mampu melahirkan kader yang kuat akhlaknya dan luas ilmunya.

“Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11, Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Gelar Guru Besar ini bukan sekadar kehormatan, tapi amanah besar untuk membimbing generasi,” katanya.

Ia berharap, ke depan ada sinergi antara UIN Alauddin Makassar tempat Prof. Munawir, yang juga Ketua Ikatan Alumni Darul Istiqamah, mengabdi sebagai dosen, dan Istiqlal Houston yang kini terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam di Amerika Serikat.

Imam Muthahhir menutup dengan doa agar Prof. Munawir, yang masih sepupunya itu, senantiasa diberkahi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan.

“Semoga ilmu, karya, dan dedikasi beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir, membawa cahaya bagi agama, bangsa, dan umat.

Setelah ini, kita berharap akan lahir lagi santri-santri Darul Istiqamah yang bertumbuh hingga meraih gelar Guru Besar berikutnya,” pungkasnya.

banner 500350

Tinggalkan Balasan