Makassar – Kepanitiaan Porseni KNPI Makassar angkat bicara perihal komplain dan kekecewaan peserta, khususnya cabang olahraga pencak silat beberapa waktu lalu.
Try Sutrisno selaku Ketua Bidang Olahraga DPD KNPI Makassar sekaligus inisiator Porseni Pemuda KNPI Makassar menyebut persoalan ini sudah selesai dengan adanya briefing sebelum kegiatan dimulai.
“Jadi kami luruskan khususnya cabang pencak silat tapak suci, pencak silat tapak suci itu ada 4 kategori setiap kategori ada 5 peserta dan kita sepakati 1 juara,” pungkas dia, Rabu (01/11).
Namun, setelah akhir acara dan pemberian hadiah, peserta lain yang gugur mempertanyakan juara 2 dan 3. Ia mengaku kaget saat dikerumuni mempertanyakan hal tersebut.
Kendati demikian, pihaknya mencari solusi lain dengan mengusulkan piagam penghargaan bagi peserta yang gugur.
“Itulah kami bingung, karena kesepakan kami dengan cabor begitu, namun pada akhir pelaksanaan ada seperti itu. Tapi tidak apa-apa kami cari solusi untuk tetap mengapresiasi teman-teman,” ujarnya.
Sebelumnya, diberitakan Porseni Pemuda KNPI Makassar yang diselenggarakan di Sekretariat Pemuda Makassar, Jalan AP Pettarani Makassar menuai polemik.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian memperingati Hari Sumpah Pemuda 2025 dan berlangsung mulai 22-28 Oktober. “Melihat teman-teman juara 1 bersinar di atas panggung, jujur saja kami merasa perjuangan kami tidak berarti apa-apa,” ungkap salah satu peserta yang enggan disebut namanya. Banyak dari mereka pulang dengan perasaan kecewa setelah menunggu selama berjam-jam tanpa kejelasan.
Pelatih Tapak Suci Pondok Pesantren Darul Aman juga menyuarakan kekecewaan yang sama.
“Anak-anak sudah berlatih keras dan berhasil meraih juara, tapi saat penutupan mereka tidak mendapatkan apapun. Kami merasa diabaikan,” tegasnya.
Ia menilai sikap panitia tidak mencerminkan semangat pembinaan dan penghargaan dalam








