Makassar – Eskalasi politik di Sulawesi Selatan santer dikondisikan tanpa lawan atau mengarah ke kotak kosong.
Skenario kotak kosong muncul setelah salah satu kandidat Paslon Pilgub Sulsel 2024 Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi Masse memboyong Parpol.
Sekedar diketahui, Paslon Andi Sudirman dan Fatmawati Rusdi Masse baru-baru ini menerima surat dukungan Partai Demokrat.
Demokrat sendiri mengontrol 7 kursi parlemen hasil Pemilu 2024.
Sebelumnya, Ketua DPW Nasdem Rusdi Masse dalam pleno DPW Nasdem mengumumkan dukungan terhadap Andi Sudirman-Fatmawati Rusdi.
Nasdem Sulsel merupakan pemilik golden tiket syarat maju Pilgub 2024 tanpa koalisi yakni 17 kursi.
Sementara PAN 3 kursi, melalui Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi memastikan mengusung kembali Andi Sudirman Sulaiman sebagai Cagub.
Teranyar, Sekretaris Umum DPP Gerindra Ahmad Muzani memberikan pernyataan Gerindra akan bersama dengan adik Mentan Andi Amran Sulaiman untuk Pilgub Sulsel.
“Partai Gerindra dan pak Prabowo telah memutuskan untuk mengusung Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sulsel 27 November mendatang,” ujar Ahmad Muzani kepada wartawan, seperti dikutip detikcom.
Dinamika percaturan politik jelang Pilgub Sulsel ini membuat banyak tokoh kembali mesra. Sebut saja Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) eks Wali Kota Makassar dua periode kala mengikuti Uji Kelayakan Cagub dari PKS.
Menurut IAS, kotak kosong merupakan cerminan buruk bagi demokrasi. Bahkan IAS menilai masyarakat harus diberi pemahaman terkait itu.
“Isu kotak kosong ini sebenarnya merupakan pembodohan publik,” kata IAS di Hotel Swissbell Panakukkang Makassar.
IAS menambahkan skenario kotak kosong meski dibenarkan secara aturan merupakan bentuk pengabaian terhadap kualitas pemilihan itu sendiri.
Senada, saat mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan PKS, Walkot Makassar Danny Pomanto mengungkapkan skenario kotak kosong bakal menyatukan kekuatan karena dianggap sebagai proses politik tidak sehat.
“Itu jadi yang misterius karena kotak kosong itu akan mengumpul semua kekuatan-kekuatan yang tentunya tidak setuju dengan kondisi-kondisi yang membuat sulsel ini,” tuturnya.
Kendati demikian, Danny meminta masyarakat Sulsel mengingat fenomena kotak kosong di Pilwalkot Makassar beberapa tahun lalu.
“Iya (Pilwali) Makassar, bahkan Kotak Kosong pernah menang,” ujarnya.
Danny menilai, kotak kosong menjadi preseden buruk bagi kaderisasi kepemimpinan di Sulawesi Selatan. Untuk itu Danny berharap elit dan Parpol mempertimbangkan hal itu.








