Makassar – Momen penyelenggaraan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 menghasilkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Hasanuddin dan Universitas Sunan Gresik, Jawa Timur.
Penandatanganan berlangsung pada 20 November 2025 di Gedung Graha Unesa lantai 4, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KPPTI.
KPPTI 2025 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tidak hanya menjadi ajang bertemunya para akademisi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi.
Melalui MoU ini, kedua institusi berkomitmen mendorong kolaborasi riset serta pengembangan kerja sama melalui badan usaha milik Unhas, yang diharapkan dapat berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
MoU tersebut langsung ditandatangani oleh Rektor Universitas Sunan Gresik, Dr. Abdul Muhith, yang baru saja dilantik.
Universitas Sunan Gresik (USG) merupakan kampus baru yang diresmikan pada 20 Mei 2025 melalui penggabungan STIENI Jakarta Pusat dan AKBID Mandiri Gresik.
Bernaung di bawah Yayasan Sekolah Alquran Sunanul Muhtadin, USG hadir untuk menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas yang berlandaskan nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.
USG didirikan oleh Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid. Salah satu keunggulan USG adalah keberadaan Program Studi Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Pesawat Udara.
Keunggulan ini semakin kuat dengan hadirnya tokoh industri penerbangan, Rusdi Kirana, sebagai salah satu Dewan Penyantun. Kehadiran beliau membuka peluang yang luas bagi lulusan USG untuk berkarier di perusahaan-perusahaan dalam naungan Lion Group.
Sebagai wilayah yang memiliki kawasan industri terbesar di Jawa Timur, Gresik menjadi lingkungan strategis bagi pengembangan pendidikan vokasi dan terapan. Kota ini dihuni berbagai perusahaan besar seperti PT Semen Gresik, PT Petrokimia Gresik, dan PT Smelting.
Selain itu, keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) semakin memperkuat potensi Gresik di sektor industri pengolahan, logistik, dan energi.
Kedekatan dengan Pelabuhan Gresik dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menjadikannya pusat logistik vital bagi arus perdagangan domestik maupun internasional.
Dalam sambutannya, Prof. Adi Maulana menyampaikan apresiasi tinggi kepada Rektor Universitas Sunan Gresik yang bergerak cepat membangun kolaborasi strategis.
Guru besar ahli geologi termuda di Indonesia ini menegaskan bahwa Unhas memiliki keunggulan kuat dalam riset-riset unggulan, termasuk melalui kepemimpinannya dalam Konsorsium PAIR (Partnership Australia – Indonesia Research).
“Sinergi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan penelitian bertaraf internasional yang relevan dan dapat dimanfaatkan oleh sektor industri di Jawa Timur,” kata Prof Adi.
Selain itu, Prof. Adi Maulana juga menekankan bahwa Badan Usaha Milik Unhas memiliki peluang luas untuk berjejaring dengan Universitas Sunan Gresik, khususnya dalam pemasaran dan pengembangan potensi bisnis antara Gresik dan Sulawesi Selatan.
Saat ini, kerja sama tersebut dapat diarahkan pada pengembangan komoditas unggulan seperti Jagung Jago dan pisang Cavendish, yang tengah menjadi fokus Unhas.








