Makassar – Di tengah meningkatnya kompetisi pendidikan tinggi global, Universitas Hasanuddin terus memperkuat kualitas pembelajaran internasional sebagai bagian dari strategi membangun daya saing institusi di tingkat dunia.
Upaya tersebut tidak hanya diwujudkan melalui capaian riset dan publikasi internasional, tetapi juga melalui pengembangan sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran lintas negara.
Komitmen ini dibahas dalam “Workshop Pengembangan dan Penguatan Mutu Kelas Internasional Universitas Hasanuddin yang Unggul dan Berdaya Saing Global” yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unhas di Hotel Unhas and Convention, Selasa (19/5).
Dihadiri oleh para ketua program studi dan perwakilan fakultas di lingkungan Unhas sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat tata kelola dan kualitas penyelenggaraan kelas internasional.
Pelaksanaan workshop menjadi forum konsolidasi pengelolaan kelas internasional di lingkungan Unhas, sekaligus memperkuat standar akademik, tata kelola, dan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika pendidikan global.
Ketua LPMPP Unhas, Prof. Dr. lr. Musrizal Muin, menjelaskan bahwa penguatan kelas internasional merupakan bagian penting dalam mendukung pencapaian akreditasi internasional dan peningkatan daya saing institusi.
Menurutnya, Unhas telah menyusun panduan pengelolaan kelas internasional sejak dua tahun terakhir sebagai acuan dalam memastikan tata kelola, proses pembelajaran, hingga implementasi kurikulum berjalan secara terstandar.
“Tanpa standarisasi dan perumusan yang jelas, pengelolaan kelas internasional tidak akan berjalan optimal. Karena itu, penguatan sistem dan tata kelola menjadi hal yang penting,” jelas Prof. Musrizal.
Ia menambahkan, standar tersebut diharapkan mampu mendukung implementasi pembelajaran yang lebih terukur, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan global.
Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, menekankan bahwa pengembangan kelas internasional tidak hanya bertujuan meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing global.
Menurutnya, penguatan kelas internasional perlu dibangun melalui semangat kolaborasi dan pertumbuhan bersama antarperguruan tinggi nasional maupun mitra internasional.
“Kelas internasional diharapkan menjadi etalase global Unhas dan bagian penting dalam langkah menuju world class university,” kata Prof. JJ.
Lebih lanjut, Prof. JJ menegaskan bahwa Unhas tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga ingin menghadirkan lulusan yang memiliki wawasan global, kemampuan adaptif, serta kesiapan menghadapi pasar kerja internasional.
Melalui workshop ini, Unhas mendorong pengembangan sistem pendidikan yang semakin inklusif, kompetitif, dan mampu memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam ekosistem pendidikan global.








