Malang – Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menyebut pentingnya lulusan perguruan tinggi untuk beradaptasi secara global dan meningkatkan kemampuan berbahasa asing.
Dzulfikar mengungkapkan disrupsi teknologi, penetrasi artificial intelligence (AI), dan perubahan pasar kerja global memaksa perguruan tinggi untuk tidak sekadar mencetak sarjana dengan kompetensi akademik standar.
“Lulusan masa kini dituntut lebih adaptif, tangguh, dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” ujar Wamen saat menyampaikan pidato ilmiah pada Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana di Hall Dome UMM, Selasa (07/7).
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini juga mengatakan, kecepatan perubahan dunia telah merombak pola komunikasi, cara kerja, dan tuntutan kompetensi industri di berbagai sektor.
Menghadapi dinamika yang bergerak sangat cepat tersebut, lulusan perguruan tinggi wajib meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan agar tidak tergilas zaman.
Menurutnya, nanti, pekerjaan berubah total dengan adanya AI. Cara bekerja tidak lagi sama, kompetensi yang dibutuhkan juga berbeda.
“Karena itu, bersyukurlah berada di kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun resiliensi, daya tahan, fleksibilitas, dan kelincahan menghadapi perubahan,” ucap pria yang karib disapa Tumwamen.
Semakin terbukanya peluang kerja di kancah global, katanya, membutuhkan pasokan tenaga kerja yang terampil.
Pihaknya mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia hanya bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi nyata jika lulusan mau melengkapi diri dengan kompetensi tambahan, khususnya penguasaan bahasa asing dan keterampilan spesifik standar internasional.
“Jika tenaga kesehatan atau profesi lainnya menambah kompetensi bahasa dan keterampilan, kemudian masuk ke pasar Eropa atau Timur Tengah, pendapatan tahun pertama bisa mencapai sekitar Rp25 juta per bulan. Karena itu, jangan berhenti belajar setelah lulus,” pesannya.
Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik menyatakan komitmen UMM dalam menyesuaikan sistem pendidikan global melalui penguatan akademik dan kolaborasi industri.
Prof Nazar mengedepankan program Center of Excellence (CoE) dan Excellent Solution Center (ESC) sebagai strategi konkret UMM. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran dan inkubasi inovasi agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja.
“Prestasi kampus yang sesungguhnya adalah kemampuan alumni untuk terus memberikan manfaat di tengah masyarakat. Pendidikan harus tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan terpisah dari persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.








