Makassar – Sekolah Pascasarjana (S2) Universitas Hasanuddin menyelenggarakan guest lecture dengan tema Water and Environmental Engineering and Science.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Muthukrishna Vellaisamy Kumarasamy dari University of KwaZulu-Natal, Afrika Selatan (Afsel), sebagai narasumber.
Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, menyampaikan apresiasi atas kesediaan narasumber berbagi pengetahuan dengan sivitas akademika Unhas.
“Kami memandang pentingnya kerja sama akademik jangka panjang antara Indonesia dan Afrika Selatan melalui penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan staf, serta program visiting professor,” kata Prof. Sukri.
Prof. Kumarasamy merupakan akademisi bidang teknik sipil yang memimpin disiplin Civil Engineering di University of KwaZulu-Natal dan berkiprah dalam riset limbah serta perubahan iklim.
Dalam paparannya, ia membahas strategi perlindungan lingkungan berkelanjutan dengan menempatkan inovasi pemodelan sebagai pendekatan penting dalam pengelolaan sumber daya air.
Materinya mencakup pengelolaan sumber daya air, perencanaan daerah aliran sungai, dan manajemen risiko banjir. Prof Kumarasamy menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya air terpadu perlu menghubungkan efisiensi ekonomi, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
“Penilaian kondisi badan air juga harus memadukan aspek kuantitatif, seperti debit sungai, ketersediaan air, dan muka air tanah, dengan aspek kualitatif yang meliputi indikator fisik, kimia, dan biologis,” kata Prof. Kumarasamy.
Ia menyoroti pula tekanan aktivitas pertanian, urbanisasi, limpasan air hujan, pembuangan air limbah, dan kegiatan industri terhadap kualitas serta kuantitas air.
Di tengah perubahan iklim, pengelolaan air tidak hanya memerlukan pemantauan lapangan, tetapi juga dukungan model hidrologi dan model kualitas air untuk memahami perubahan, memperkirakan risiko, dan merancang langkah pengendalian pencemaran secara lebih tepat.
Salah satu bagian utama kuliah membahas kontaminan baru di perairan, termasuk residu antibiotik, bahan kimia farmasi, produk perawatan pribadi, dan mikroplastik. Prof Kumarasamy memaparkan studi pemodelan kualitas air pada daerah aliran sungai di Afrika Selatan.
“Penelitian ini menggunakan sampel pada 18 lokasi, analisis laboratorium, serta model matematis untuk menggambarkan pergerakan dan konsentrasi polutan di sepanjang aliran sungai,” kata Prof. Kumarasamy.
Melalui pemaparan ini, peserta memperoleh gambaran mengenai tahapan pengembangan model, mulai dari pengumpulan data debit dan kualitas air, identifikasi parameter, kalibrasi, validasi, hingga simulasi.
Model yang telah diuji dapat membantu mengidentifikasi lokasi dengan konsentrasi pencemar tinggi sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam perlindungan daerah aliran sungai dan pengelolaan air berkelanjutan.
Kegiatan dipandu oleh Dr. Ir. Darhamsyah sebagai moderator. Pada akhir sesi, Prof Kumarasamy membuka peluang kolaborasi dalam publikasi bersama, proyek riset, visiting position, pertukaran mahasiswa dan staf, pengujian tesis dan disertasi, pengembangan kurikulum, advisory board, serta penyelenggaraan konferensi bersama.
Guest lecture yang berlangsung secara Daring pada Senin, 21 September 2026 ini memperkuat komitmen Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan pembelajaran lintas disiplin yang relevan dengan tantangan lingkungan global.








