Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menggelar Expo Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 di GOR JK Arenatorium, Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (19/9).
Acara ini menjadi wadah diseminasi sekaligus bentuk apresiasi atas ribuan inovasi yang dihasilkan ribuan mahasiswa di tempat penempatan mereka.
Expo KKN Gelombang 116 ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Unhas, kepala daerah, perwakilan instansi pemerintah, hingga mitra industri. Tak ketinggalan, ribuan mahasiswa peserta KKN dari berbagai daerah turut memadati lokasi pameran.
Hadir mewakili Rektor Unhas, Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, Prof Dr Amir Ilyas, SH, MH, menyampaikan bahwa Unhas mendukung penuh KKN sebagai bentuk pembelajaran berbasis masyarakat.
”KKN menghubungkan ilmu di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di desa. Unhas terus mendorong agar karya dan inovasi mahasiswa dikembangkan bersama pemda, mitra industri, dan masyarakat agar memberi manfaat berkelanjutan,” ujar Prof Amir Ilyas saat membuka kegiatan secara resmi.
Hasilkan 5.062 Produk Inovasi
Direktur Pendidikan Unhas, Dr Eng Ir Muralia Hustim, ST, MT, IPM, melaporkan KKN Gelombang 116 diikuti oleh 5.062 mahasiswa dengan pendampingan dari 216 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Ribuan mahasiswa ini tersebar di 604 desa/kelurahan/posko pada 130 kecamatan di 23 kabupaten/kota, hingga dua negara.
Program kerja dijalankan melalui empat skema, yaitu inovasi daerah, kolaborasi institusi, jejaring internasional, dan skema khusus.
”Dari seluruh kegiatan, mahasiswa menghasilkan 5.062 produk luaran. Terdiri atas 1.817 produk kreatif dunia usaha dan industri, 1.449 teknologi tepat guna, 1.368 produk inovasi lainnya, serta 428 produk seni budaya,” terang Muralia.
Muralia menambahkan, program kerja mahasiswa dirancang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada poin tanpa kemiskinan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, ekosistem lautan, ekosistem daratan, hingga kemitraan global.
Unhas Bakal Kawal Produk Berpotensi Jadi Startup
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin, Ph.D, menegaskan bahwa luaran KKN tak boleh berhenti sekadar sebagai pemenuhan beban akademik.
”Mahasiswa turun ke masyarakat untuk mencari persoalan, lalu menawarkan solusi yang perlu diangkat nilainya. Unhas akan mendampingi produk-produk berpotensi, mulai dari pengembangan produk, pembentukan perusahaan rintisan (spin-off), pengurusan merek, perizinan, hingga izin edar BPOM,” tegas Prof Ruslin.
Dalam kesempatan tersebut, Unhas juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar Kementerian Sosial RI untuk memperkuat jaringan pengabdian masyarakat.
Sejumlah pimpinan daerah dan mitra industri memberikan apresiasi tinggi pada forum refleksi KKN.
Bupati Sidrap, H Syaharuddin Alrif, mengungkapkan kehadiran mahasiswa di 106 desa/kelurahan di Sidrap membawa dampak yang sangat positif.
”Pemerintah daerah mengarahkan seluruh jajaran untuk mendampingi mahasiswa sejak penerimaan hingga pelepasan, layaknya mengurusi anak sendiri,” tutur Syaharuddin.
Bupati Toraja Utara, Frederick Victor Palimbong, menekankan pentingnya rekomendasi dan inovasi mahasiswa untuk ditindaklanjuti pemda, khususnya dalam pengembangan desa wisata yang menggerakkan ekonomi warga.
Dukungan juga datang dari sektor keamanan pangan dan industri. Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan, mengungkapkan program KKN Tematik Keamanan Pangan di 10 desa berhasil menerbitkan 71 Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMKM pangan, membentuk 106 kader keamanan pangan, dan melibatkan 297 warga komunitas desa.
Sementara itu, Senior Manager TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, menilai KKN Tematik Assamaturu menjadi bukti nyata sinergi kampus dan industri dalam memberdayakan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kemeriahan Pameran Booth Daerah
Rangkaian acara ditutup dengan peninjauan booth pameran karya mahasiswa dari pelbagai kabupaten. Setiap booth dihias penuh kreativitas dengan menunjukkan identitas budaya lokal serta menampilkan keanekaragaman hasil program kerja KKN.
Lewat pelibatan 23 kabupaten/kota, 130 kecamatan, 604 desa, hingga dua negara, Expo KKN Gelombang 116 ini menegaskan komitmen slogan “Unhas Berdampak”—menghadirkan sains, inovasi, dan karya mahasiswa yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.







