Tim Unhas Perkenalkan Aplikasi Pantau Risiko Stunting ke Desa Bontobangun Bulukumba

banner 300300

Bulukumba – Upaya pencegahan stunting kini mulai memanfaatkan pendekatan digital di tingkat desa. Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan aplikasi SEHATI kepada ibu balita di Desa Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, sebagai sarana edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak berbasis teknologi.

Program bertajuk GERAK SEHATI (Gerakan Edukasi dan Pendampingan Ibu Balita Cegah Stunting melalui Aplikasi SEHATI) tersebut berlangsung di Puskesmas Bontobangun pada 14 dan 16 Mei 2026 dan diikuti sekitar 40 ibu balita bersama tenaga kesehatan serta kader posyandu setempat.

banner 500350

Aplikasi SEHATI diperkenalkan sebagai media pendamping bagi ibu untuk memahami pemenuhan gizi seimbang, memantau pertumbuhan anak, serta mengenali tanda awal gangguan tumbuh kembang pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fase yang dinilai paling menentukan dalam pencegahan stunting.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Prof. Dr. Kadek Ayu Erika, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi kesehatan diperlukan agar edukasi mengenai stunting tidak berhenti pada penyuluhan tatap muka semata.

“Banyak ibu sebenarnya sudah mengenal pentingnya gizi, tetapi belum memiliki alat bantu yang mudah digunakan untuk memantau perkembangan anak secara rutin. Aplikasi ini dirancang agar informasi kesehatan lebih dekat dengan ibu,” ujarnya.

Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada fitur-fitur aplikasi yang memuat panduan gizi seimbang, pemantauan berat dan tinggi badan anak, hingga informasi stimulasi perkembangan sesuai usia. Materi juga membahas deteksi dini gangguan tumbuh kembang yang disampaikan oleh Nur Fadilah.

Berbeda dengan penyuluhan konvensional, kegiatan ini menitikberatkan pada praktik langsung penggunaan aplikasi. Para peserta didampingi untuk mengunduh aplikasi, memasukkan data anak, serta membaca hasil pemantauan pertumbuhan secara mandiri melalui telepon genggam masing-masing.

Moderator kegiatan, Aulia Insani Latif mengatakan pendekatan berbasis aplikasi diharapkan dapat membantu ibu melakukan pemantauan kesehatan anak secara berkelanjutan di rumah, bukan hanya saat datang ke posyandu.

Perwakilan Puskesmas Bontobangun, Bd. Hj. Rahmawati, menilai pendekatan digital seperti ini dapat memperkuat kerja tenaga kesehatan di lapangan, terutama dalam meningkatkan keterlibatan keluarga dalam pencegahan stunting.

Program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari skema PPMU-PK-M yang didukung LPPM Universitas Hasanuddin.

banner 500350

Tinggalkan Balasan