Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) menyiapkan program KKN Tematik Tanggap Bencana untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (14/8).
Sesaat setelah kabar bencana merebak, Sub Direktorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat (yang merupakan pengelola Kuliah Kerja Nyata Unhas) berkoordinasi dengan Pusat Studi Kebencanaan Unhas. Setelah menganalisis situasi, hari itu juga diputuskan untuk mengaktifkan KKN Tanggap Bencana.
Program ini merupakan bentuk keterlibatan Unhas dalam membantu masyarakat melalui kontribusi mahasiswa yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas, Dr. Ir. Sulaeha, mengatakan KKN Tanggap Bencana merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.
“Program ini bertujuan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana, memperkuat kapasitas serta ketangguhan masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Ir. Sulaeha.
Pada tahap awal, Unhas menyiapkan kuota tujuh mahasiswa untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak. Mahasiswa yang disiapkan memiliki latar belakang keterampilan tanggap bencana yang beragam, antara lain kesehatan, Search and Rescue (SAR), Korpala, penyelamatan darurat. Target tujuh mahasiswa ini ditetapkan mengingat waktu persiapan yang sangat singkat.
“Ternyata peminat cukup besar. Hingga Minggu (16/8) pagi, pendaftar telah mencapai 47 orang. Ada mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman tanggap bencana, tapi ia berasal dari daerah bencana. Ini juga kami pertimbangkan,” kata Ir. Suleha.
Keterlibatan mahasiswa dalam penanganan bencana tidak semata-mata menjadi bagian dari kegiatan akademik. Kehadiran mereka juga merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan komitmen Unhas untuk berkontribusi dalam proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Dalam berbagai pelaksanaan KKN Tanggap Bencana, Unhas menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di daerah terdampak bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi bencana,” jelas Ir. Sulaeha.
Sebelum ke lokasi, mahasiswa akan memperoleh pembekalan dari Pusat Studi Kebencanaan Unhas. Pembekalan tersebut mencakup pemahaman mengenai batas peran mahasiswa, prosedur keselamatan, pola koordinasi, serta kondisi yang berpotensi dihadapi selama berada di wilayah terdampak.
Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, Dr. Ir. Ilham Alimuddin, menjelaskan bahwa selain mempersiapkan sumber daya mahasiswa yang akan ke lapangan, tidak kalah penting adalah membangun kolaborasi dengan ekosistem penanganan kebencanaan yang tersedia di lokasi.
“Kami berkoordinasi dengan BNPB setempat, Universitas Cencana, dan Tim Disaster Management Center Ikatan Alumni Teknik (DMC IKATEK) untuk mempersiapkan mekanisme pelaksanaan kegiatan. Dengan pola ini, kontribusi mahasiswa ditempatkan sebagai bagian dari jejaring penanganan bencana, bukan sebagai tim yang bekerja secara terpisah,” kata Dr. Ilham.
Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa komitmen kampus untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat tidak berhenti pada slogan atau narasi kelembagaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah konkret yang memungkinkan sumber daya perguruan tinggi bergerak ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Kampus memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas daripada menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian. Perguruan tinggi juga perlu hadir sebagai bagian dari solusi ketika terjadi persoalan kemanusiaan, termasuk dalam situasi bencana yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berbasis keahlian,” kata Prof. JJ.
Karena itu, Unhas mulai membangun sistem tanggap cepat yang memungkinkan perguruan tinggi mengerahkan sumber daya secara lebih terstruktur ketika terjadi kondisi darurat di masyarakat.
Sistem tersebut melibatkan kapasitas akademik, sumber daya manusia, jejaring kelembagaan, serta mahasiswa dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
Mahasiswa yang terpilih sebagai peserta KKN Tematik Tanggap Bencana NTT ini akan mengikuti pembekalan sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana.
Pelepasan secara resmi akan dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026, di sela-sela Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mahasiswa dijadwalkan berangkat menuju lokasi bencana pada Rabu (19/8). Mereka akan didampingi Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, dan berada di lokasi selama kurang lebih dua pekan.









