Gowa – Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan dan Alumni UIN Alauddin Makassar Khalifah Mustamin mengungkapkan, Kepala Perpustakaan, Andi Ibrahim, merupakan pelaku sindikat uang palsu. Selain Andi Ibrahim, seorang staf rektor menjadi pelaku dan ditangkap.
Khalifah belum menjelaskan lebih jauh terkait keterlibatan Andi Ibrahim dan seorang staf tersebut. Dia memastikan phaknya akan memberikan tindakan tegas terhadap keduanya.
Sementara itu, alumni sekaligus mantan presiden mahasiswa (Presma) UIN Alauddin, Aqil al waris, turut serta menyoroti kasus dugaan sindikat uang palsu.
“Melihat peristiwa ini sangatlah memalukan, kampus yang harusnya menjadi tempat mengasah kemampuan intelektual malah dijadikan oleh oknum pimpinan kampus untuk berbuat pelanggaran pidana berat” ucap Aqil tenaga ahli DPR RI A-422 lewat WhatsApp kepada wartawan baca online, Selasa (17/12/24).
Atas kejadian ini tentu saja mempunyai dilik yang ancaman hukumannya sangatlah berat, tergantung dari pada alat bukti, besaran bukti dan sejauh mana uang beredar
Tentu kasus tersebut menjadi evaluasi besar untuk rektor dan jajarannya, berdasarkan barang bukti yang ditemukan oleh kepolisian adanya mesin cetak uang yang begitu besar.
“penegak hukum harus meningkatkan keamanan produksi peredaran uang, bekerjasama dengan pihak imigrasi terkait pengawasan spesifikasi dan peredaran mesin cetak”, tegas Aqil
“Sejak kapan tempat membaca buku, menimba ilmu, mengasah kecerdasan tetapi malah dijadikan ladang hina oleh kepala perpustakaannya sendiri,” tutupnya.








