Eks Jubir-Kabiro Hukum KPK Buka Suara Rela Bela Kementan SYL

banner 300300

BACAONLINE.ID, JAKARTA – Mantan Juru Bicara dan Kepala Biro Produk Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamalah Aritonang dan Febri Diansyah buka suara membela klien Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam pusaran dugaan Korupsi di Kementan.

Febri mengungkapkan kerisauannya perihal penegakan hukum yang dinarasikan dan dikaitkan dengan tendensi politik. Febri dan Rasamala diminta Syahrul untuk menjadi penasehat hukum dalam proses penyelidikan.

“Kami sangat risau, kami sangat resah. Sebagai advokat kami, sangat resah kalau isu penegakkan hukum itu, kalau penegakkan hukum itu kemudian dikait-kaitkan dengan politik praktis. Kami sangat khawatir soal itu,” kata Febri di gedung KPK, Senin (2/10)  dilansir dari HeraldSelatan.

Akibat dari kerisauan sang advokat tersebut, Febri meluruskan informasi dan pemberitaan yang simpang siur terkait

“Karena itulah dalam situasi yang kalau kita baca dibanyak pihak-pihak ‘sulit kita mengatakan situasi saat ini semuanya hanya di satu jalur saja’ misal. Makanya kami sebagai advokat merasa justru punya tangggung jawab sekarang untuk mengawal sesuai dengan tugas dan kewenangan kami, prosesnya berjalan secara prosedural on the track seperti itu,” kata Febri melanjutkan.

“Dan juga betul-betul isunya adalah substansi hukum. Itulah tugas seorang advokat,” pungkasnya.

Sebelumnya, KPK melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Menteri Syahrul Yasin Limpo Rabu (28/9) malam. Dalam aksi penggeledahan tersebut KPK menemukan uang tunai dalam bentuk rupiah dan mata uang asing senilai Rp 30 M. Selain uang tunai, KPK juga mengamankan 12 unit senpi berbagai merek.

KPK melakukan penggeledahan di dua tempat berbeda, bukan hanya di Rumah Dinas Mentan daerah Widya Chandra namun KPK juga menyisir Kantor Kementerian Pertanian RI.

banner 500350

Tinggalkan Balasan