Dugaan Perlakuan Istimewa WBP Rutan Makassar, BMI Tantang Karutan Adu Lepas Jabatan

banner 300300

Makassar – Ketua Karang Taruna (KT) Makassar, Muhammad Zulkifli angkat bicara perihal pernyataan yang dilontarkan Kepala Rutan (Karutan) Makassar terkait perlakuan istimewa narapidana di Rutan.

Pria yang akrab dipanggil Zul ini bahkan menantang dan adu lepas jabatan, jika hal yang dikatakan Karutan tidak sesuai kenyataan di lapangan. Menurut dia, perlakuan istimewa ke narapidana masih melenggang luas, khususnya peredaran ponsel.

banner 500350

“Saya tantang Karutan Makassar. Jika saya bisa membuktikan adanya HP di dalam rutan, maka dia harus mundur dari jabatannya dan keluar dari ASN. Begitu juga dengan petugas-petugasnya yang terlibat harus diganti semua. Jika saya salah, saya siap bertanggung jawab,” tegas Muhammad Zulkifli saat ditanya awak media, Kamis (27/3).

Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) itu menilai, Karutan Makassar sedang memainkan citra positif.

“Saya punya bukti rekaman, video, dan saksi termasuk saksi seorang aparat yang bisa menunjukkan adanya penggunaan HP oleh warga binaan,” katanya.

Dia bahkan rela membeli tiket pesawat untuk Karutan Makassar untuk berhadapan dengan Menteri Pemasyarakatan sebagai pembuktian.

“Jika dia berani, ayo kita bawa saksi, bukti, dan semua pihak yang mengetahui kebenarannya. Saya yang akan membiayai tiket pesawatnya Karutan, jadi kalau setuju maka silahkan karutan buat pernyataan terbuka juga”. tambahnya.

Dia menyayangkan lemahnya pengawasan di Rutan Makassar yang menurutnya sebagai benteng terakhir dalam pembinaan warga binaan runtuh karena perbuatan sekelompok orang.

“Seharusnya rutan ataupun lapas menjadi tempat pembinaan, sekaligus tempat untuk menyukseskan upaya pemerintah memberi efek jera kepada pelaku kejahatan bukan malah menghancurkan tujuan itu dan menjadikan Rutan sebagai  tempat yang nyaman bagi pelaku kejahatan,” bebernya.

Terakhir, Zul sangat kecewa, sebab, aparatur lain sedang semangat menindak dan menangkap orang-orang salah, di sisi lain ada pihak diduga

“Kami ini sangat kecewa, karena Polisi susah-susah menangkap, Jaksa sudah memberi tuntutan, Hakim sudah memberi vonis dengan harapan agar pelaku bisa jera dan merenungi kesalahannya, tetapi semua itu malah dihancurkan oleh ketidakbecusan oknum petugas Rutan ataupun lapas dalam mengawasi warga binaan sehingga mereka yang dulunya di tangkap karna melakukan bisnis kejahatan malah menjadikan rutan atau lapas sebagai tempat paling aman untuk kembali mengendalikan bisnis jahat itu dari dalam penjara,termasuk bisnis narkoba,” tutupnya.

Sebelumnya, Rutan Klas I Makassar melakukan Razia terhadap kamar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Senin (24/3) malam lalu. Razia ini dipimpin langsung Karutan Makassar sebagai bagian dari upaya keamanan jelang Idulfitri 1446 H sekaligus menepis isu perlakuan istimewa WBP.

banner 500350

Tinggalkan Balasan