Tenaga Ahli Menag RI Bunyamin Dorong Kanwil DIY Sosialisasi Penguatan Mitigasi Bencana

banner 300300

Jakarta – Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa (DIY) Yogyakarta terus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Penguatan itu dapat dilakukan melalui unggahan konten positif dan penguatan mitigasi bencana melalui media sosial.

banner 500350

Hal ini mengemuka saat Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mitigasi Bencana di Pondok Pesantren” yang menghadirkan Tenaga Ahli Menteri Agama, Dr. Bunyamin M. Yapid, Senin (20/10) di Ruang Rapat l Kemenag DIY.

Hadir mendampingi Bunyamin, Kakanwil Kemenag DIY Ahmad Bahiej, Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Pakis) Aidi Johansyah, dan peserta FGD.

Dalam pemaparannya, Bunyamin mengajak seluruh elemen pesantren untuk aktif membuat dan menyebarkan konten positif.

“Kita tidak perlu menangkal reaktif framing negatif kepada pesantren, cukup tunjukkan keunggulan dan nilai-nilai positif pesantren agar konten di media sosial dapat seimbang,” tegas Bunyamin.

Ia juga menekankan bahwa mitigasi bencana tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga penguatan karakter dan kesadaran kolektif di lingkungan pesantren.

“Mitigasi bencana adalah segala upaya untuk mengurangi risiko. Ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kemampuan menghadapi ancaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesantren harus terus berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti BPBD, BNPB, dan lembaga filantropi dalam pelatihan, sosialisasi, dan penilaian risiko bencana.

“Pesantren telah lama menjadi pilar sosial dan spiritual bangsa. Berdasarkan UU No 18 Tahun 2019, pesantren berfungsi dalam tiga hal utama: pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” urai Bunyamin.

“Kemenag menegaskan bahwa negara sudah hadir untuk memastikan pesantren tetap menjadi episentrum pembangunan ekonomi dan sosial, khususnya di wilayah pedesaan,” tegasnya lagi.

“Sudah ratusan tahun pesantren mengabdi. Kini saatnya kita menjaga marwah pesantren, unggah di media sosial hal-hal yang baik, dan menampilkan sisi positif pesantren,” ajak Bunyamin.

Dengan semangat “Kacamata Lebah”, setiap insan pesantren diimbau untuk fokus pada hal-hal baik, memproduksi dan mendistribusikan narasi inspiratif yang memperlihatkan kontribusi pesantren bagi masyarakat.

banner 500350

Tinggalkan Balasan