Cerita Berharga Pemilik Jempol Food, Berbekal Literasi Financial saat PMI-Etos Pekerja Luar

banner 300300

Jakarta – Bambang Sutrisno, satu di antara banyak purna Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKI) yang belajar banyak dari luar negeri dan sukses membangun usaha di tanah air.

Bambang, merupakan purna PMI yang pernah bekerja di Korea Selatan dari 2005 hingga 2016 dan memutuskan kembali ke tanah air dengan bekal modal cukup dan pengalaman mumpuni untuk membuka usaha.

banner 500350

Dia bercerita, semasa bekerja di negeri gingseng, sebagai buruh pabrik dan melihat etos kerja serta kebiasaan orang Korea dalam hal kedisiplinan dijadikannya rol model dalam kesehariannya.

Alhasil, saat ini dia terbilang sukses dengan Jempol Food, sebuah produsen kulit lumpia dan dimsum yang memiliki banyak pelanggan dari kampung halamannya di Jogjakarta hingga keluar.

“Bekerja di luar negeri membuka wawasan saya, terutama soal etos kerja dan manajemen. Itu bekal penting saat mulai usaha,” tutur Bambang seperti dikutip dari Kompas beberapa waktu lalu.

Sepulang dari Korea, Bambang memutuskan untuk tidak lagi menjadi buruh, tetapi menciptakan lapangan kerja.

Ia mendirikan CV Prasodjo dan PT Prasodjo Mukti Kurnia yang memproduksi kulit lumpia, siomay, dan berbagai bahan baku kuliner rumahan di bawah merek Jempol Food.

Kini, perusahaannya telah memiliki sekitar 50 karyawan dan mencatatkan omzet hingga Rp500 juta per bulan.

Perjalanan itu tentu tidak mudah. Modal awal Bambang berasal dari tabungannya sebagai PMI yang ia kelola secara hati-hati.

“Awalnya saya produksi sendiri di dapur rumah, dengan alat seadanya. Tapi, karena menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan, usaha terus berkembang,” ujarnya.

Keberhasilan Bambang menjadi bukti nyata pentingnya literasi finansial bagi pekerja migran. Melalui kerja sama antara BP3MI D.I. Yogyakarta dan Bank BPD DIY, para calon PMI kini mendapat pembekalan manajemen keuangan agar mampu mengelola hasil kerja mereka secara bijak setelah pulang ke tanah air (BP2MI, 2025).

Bambang pun aktif membagikan pengalamannya kepada para calon PMI di berbagai forum pelatihan.

Ia berpesan agar para pekerja tidak hanya fokus mencari penghasilan, tetapi juga mempersiapkan masa depan sejak dini. “Kalau di luar negeri bisa kerja keras untuk orang lain, mestinya di negeri sendiri kita bisa kerja keras untuk diri sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Selain produk kulit lumpia dan dimsum, Jempol Food kini memperluas lini usaha ke sektor kuliner siap saji dan pelatihan keterampilan produksi pangan.

Bambang bahkan membuka kesempatan magang bagi pemuda sekitar yang ingin belajar wirausaha. Ia berharap langkah kecilnya bisa menumbuhkan semangat ekonomi lokal di Yogyakarta.

banner 500350

Tinggalkan Balasan