Makassar – Politisi senior Golkar Sulsel Andi Kadir Halid mengungkapkan kemungkinan pergantian Ketua DPD II Golkar sebelum Musda dan mengubah konstelasi atau haluan dukungan.
Hal itu seiring belum adanya kepastian Musda Golkar Sulsel dan beberapa masa SK ketua DPD II yang bakal berakhir.
“Kalo DPD II yang masanya periodenya pasti akan di-Plt-kan,” kata Kadir Halid di Gedung Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Rabu (14/1).
Kadir Halid enggan mengomentari rekomendasi yang sudah diterbitkan untuk calon tertentu mengalami perubahan atau tidak, namun dirinya memastikan Ketua DPD II Golkar di Sulsel yang sudah berakhir bakal dicarikan Plt.
“Intinya yang sudah berakhir masa pasti di Plt-kan,” pungkasnya.
Dia juga menungkapkan kepastian Musda Golkar Sulsel masih dinamis, khususnya setelah dibentuk kepengurusan sementara (Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel).
“Musda masih panjang waktunya, jika Musda sudah dekat buat apa bentuk kepengurusan sementara,” pungkasnya.
Sebelumnya, perwakilan Ketua DPD II Golkar se-Sulsel menyerahkan dukungan berupa SK rekomendasi calon Ketua Golkar Sulsel ke DPP.
Mereka menyebut calon Ketua DPD I Golkar Sulsel yang diberikan mandat adalah Munafri Arifuddin yang merupakan Ketua DPD II Kota Makassar sekaligus Wali Kota Makassar.
Adapun 20 DPD II yang dimaksud berasal dari Makassar, Takalar, Bulukumba, Bantaeng, Kepulauan Selayar, Jeneponto, Gowa, Sinjai, Maros dan Kota Palopo. Selanjutnya, Pangkep, Soppeng, Wajo, Sidrap, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu Timur, hingga Luwu Utara.
Sejumlah perwakilan DPD II Golkar juga hadir dalam pertemuan itu yakni Sekretaris DPD II Golkar Makassar Andi Suharmika, Ketua DPD II Golkar Takalar Zulkarnain Arief dan perwakilan DPD II lainnya. Mereka menyatakan telah sepakat mengusung satu nama dalam Musda Golkar.








