Makassar – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Fadjry Djufry, meminta pemerintah daerah menahan belanja infrastruktur yang tidak mendesak.
Ia menekankan agar anggaran lebih diprioritaskan untuk ketahanan pangan serta program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
“Presiden memprioritaskan hal yang sifatnya mendesak. Kalau ada belanja infrastruktur yang tidak urgent (penting), lebih baik ditunda dulu,” ujar Fadjry, Rabu (29/1) di Makassar.
Ia menambahkan bahwa kepala daerah dikumpulkan untuk menyamakan visi dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat.
“Fokus ke pangan dulu, MBG, PKG, baru kalau ada surplus bisa dialokasikan ke yang lain,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kadispora Sulsel Suherman menyebut proses AMDAL dan AMDALALIN hingga lahan merupakan tugas pemerintah provinsi. Sementara untuk pembangunan sepenuhnya merupakan kewenangan pusat melalui APBN.
Lalu untuk keterlibatan daerah tempat stadion di bangun, yakni Kota Makassar kebagian pembangunan akses ke stadion.
“Kalau sudah selesai, mereka (PU) akan telepon kami untuk menjemput DED dan Pemprov Sulsel sudah menganggarkan AMDAL dan AMDAL Lalin, sudah dananya kami sudah siapkan. Kita menunggu DED, mudah-mudahan awal tahun 2025 ini, DED sudah ada. Model dan kapasitas juga sudah mulai dibicarakan dengan Kementerian PU,” kata Suherman, Rabu (01/01/2025) lalu, di Rujab Gubernur Sulsel.
Dia berharap tidak ada perubahan kapasitas penonton seperti diungkapkan Kementerian PU sekitar 25-30.000 penonton.








