Makassar – Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Karsiman mengatakan bahwa, Operasi Patuh Pallawa 2025 digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di Bidang Kamseltibcar Lantas Pasca Hari Bhayangkara.
“Alhamdulillah hari ini operasi Patuh Pallawa telah berakhir dan berjalan lancar dan sukses,” ujar Dirlantas Polda Sulsel Kombes Karsiman, Senin (28/7) kepada baca online.
Dirlantas Polda Sulsel menyampaikan bahwa, 14 hari pelaksanaan operasi mengedepankan rindakan preemtiv dan preventif serta didukung tindakan penegakan hukum guna meningkatkan situasi kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang aman; selamat, tertib dan lancar.
“Sasaran maupun target yang ditetapkan dalam pelaksanaan operasi dapat kita kelola dan tangani dengan baik sehingga memberikan hasil yang positif dan sukses,” ungkapnya.
Lanjutnya, pencapaian hasil positif tersebut tidak terlepas dari petunjuk, arahan dan penekanan Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Rusdi Hartono bahwa untuk mencapai hasil baik, agar seluruh petugas melaksanakan secara profesional, prosedural, persuasif, humanis serta berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Selama pelaksanaan operasi, 46.345 kegiatan Preemtiv tatap muka dengan komunitas sepeda motor mobil, Asosiasi Pengusaha Paguyuban Pemilik Mobil Barang Logistik, penyuluhan terhadap masyarakat melalui media sosial, secara langsung dan media lainnya. Ini meningkat 8 Persen dari tahun sebelumnnya.
“Untuk Preventif sebanyak 2.384 kegiatan Turjawali di daerah rawan macet maupun rawan kecelakaan Lalulintas. Untuk Dakgar sebanyak 9.953 Pelanggar. Kita lebih kedepankan Preemtif, preventif dan didukung penegakan hukum tilang ETLE, tilang teguran dan iilang konvensional bagi pelanggaran yang berpotensi Kecelakaan Lalulintas,” tambah lulusan Akpol 1995 ini.
Terkait dengan kecelakaan Lalulintas Kombes Karsiman mengungkapkan bahwa, Lakalantas jika dibandingkan dengan periode operasi yang sama pada 2024 mengalami penurunan yang signifikan baik secara kuantitas maupun kualitas.
“Jumlah Kecelakaan Lalulintas turun 27 Persen dari 325 menjadi 238 Kasus. Sedangkan fatalitas korban meninggal dunia turun 21 Jiwa atau 58 persen dari 36 orang menjadi 15 orang,” tutur Dirlantas Polda Sulsel.
Menurut Dirlantas, Pencapaian ini tentunya merupakan kerja keras personel Polda Sulsel (Satgas Peemtiv, Satgas Preventif, Satgas Represif dan Satgas Banops) dan Hasil Kolaborasi, sinergitas bersama stakeholder terkait maupun peran serta masyarakat selama Operasi Patuh.
“Operasi ini dapat Meningkatnya Kesadaran Para Pengguna Jalan dalam menumbuhkan Rasa Aman dan Nyaman tercermin melalui Prilaku tertib Berlalulintas Masyarakat Sehingga terwujud Kamseltibcarlantas di Wilayah Sulawesi Selatan,” terangnya.






