Makassar – Pihak SD Inpres Unggulan BTN Pemda menggelar konferensi pers di Warkop Sija’ Makassar pada Rabu (12/02), untuk menanggapi tuduhan pungutan liar (pungli) terkait kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berupa karya wisata ke Snow World Trans Studio Mall (TSM).
Dalam konferensi pers ini hadir Isman selaku Kepala Sekolah SD Inpres Unggulan BTN Pemda memberikan klarifikasi.
Tudingan pungli muncul setelah pihak sekolah menetapkan tarif Rp180.000 per murid, sementara harga tiket masuk Snow World hanya Rp95.000 . Namun, biaya tersebut juga mencakup akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
Dalam konferensi pers, pihak sekolah mengungkapkan bahwa dugaan pungli ini berasal dari oknum yang diduga wartawan atau anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Mereka menyoroti adanya tindakan pemerasan yang dilakukan melalui pemberitaan yang menyebutkan dugaan pungli tersebut.
Imbas pemberitaan ini, Dinas Pendidikan memerintahkan agar kegiatan karya wisata dibatalkan, yang akhirnya menimbulkan kekecewaan dari para murid dan orang tua. Kurang lebih 300 murid harus meredam harapan mereka.
“Anak-anak yang mau ikut, itu sekitar hampir 300 orang, mereka tidak berangkat,” ujar Isman (12/02).
Isman menegaskan bahwa kegiatan Pungli itu tidak benar adanya, pada realitanya kegiatan ini pun mengalami kegagalan pelaksanaan.
“Saya tegaskan kegiatan ini tidak berlangsung, karena langsung dibatalkan. Jadi pungli darimananya,” tandasnya.








