Makassar – Pemerintah Kota Makassar bersama aparat kepolisian, TNI, Brimob, dan Satpol PP meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya aksi tawuran antarwarga yang kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifudin, menyebutkan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Penjagaan akan difokuskan pada titik-titik rawan dengan sistem siaga penuh.
“Hari ini kita berkoordinasi baik kepolisian, Kodim, Brimob, dan Satpol PP untuk melakukan penjagaan di semua titik rawan guna mengontrol Kamtibmas. Tawuran ini hampir tiap hari terjadi, dan sampai sekarang kita belum menemukan siapa pelakunya maupun penyebab pastinya,” ujar Munafri, Senin (23/9) malam.
Selain mengantisipasi tawuran, ia juga menyoroti dampak kebakaran yang diduga terkait dengan aksi tersebut. Laporan sementara menyebutkan lima rumah dan satu unit mobil warga terbakar akibat peristiwa itu.
“Pasti akan ada bantuan bagi warga terdampak. Namun saya masih menunggu hasil investigasi dari tim penanggulangan bencana. Untuk pengamanan, kami lakukan penjagaan 2×24 jam dengan harapan semua elemen turun ke lapangan dan penindakannya harus tegas agar tidak terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, menuturkan bahwa kepolisian telah menyiapkan posko pengamanan di sejumlah lokasi yang kerap menjadi titik kumpul massa tawuran.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus penindakan bagi para pelaku.
“Posko akan kami siapkan di titik-titik tempat mereka biasa berkumpul. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan. Pemicu tawuran antar warga ini sudah lama, dan kami terus berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut,” jelasnya.
Kapolrestabes menambahkan, tawuran terjadi antar warga dalam satu kelurahan, tepatnya antara warga Lorong Layang dan Lorong 148. “Kita juga terus mengantisipasi agar jangan merembet ke wilayah lain.
Terkait isu adanya keterkaitan dengan narkoba, polisi pasti akan menyelidikinya. Tim sudah turun ke lapangan, namun masih kami dalami,” tutupnya.







