Bantaeng – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Seminar dan Pelatihan Inkubator Bisnis dan Teknologi yang diselenggarakan oleh Akademi Komunitas Industri Manufaktur (AKOM) Bantaeng, di Aula Graha Vokasi AKOM, Rabu (06/5).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kewirausahaan industri, meningkatkan daya saing, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng, hadir sekaligus membawakan materi dihadapan para peserta seminar, yang terdiri dari pelaku UMKM, Petani, serta mahasiswa.
Ia menekankan bahwa keberadaan AKOM ke depan tidak hanya berfokus mencetak generasi yang siap terjun ke dunia industri, tetapi juga harus mampu membentuk mindset kewirausahaan agar dapat menciptakan lapangan kerja sendiri.
“Masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja yang memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Bantaeng”
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bantaeng saat ini menghadapi dua tantangan besar, yakni pemotongan transfer ke daerah (TKD) dan lesunya sektor industri.
“Kondisi ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Bantaeng saja, tapi kondisi ini terjadi di seluruh Indonesia. Jadi memang kita juga harus pahami itu, makanya kita lebih banyak menghemat, mengalokasikan anggaran untuk sektor yang benar-benar sangat penting dan sangat prioritas saja”,
Di sisi lain, ia menyebut sektor industri yang melemah berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah, termasuk penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan terjadinya PHK.
“Kita bisa melihat bahwa anjloknya industri nikel ini terjadi hampir semua daerah yang memiliki smelter di seluruh Indonesia. Bukan hanya di Kabupaten Bantaeng. Lesunya di kawasan industri ini, yang pertama PHK besar-besaran dan penurunan PAD yang sangat drastis. Akan tetapi, ternyata ada sisi positifnya, setelah kita melihat pertumbuhan ekonomi kita anjlok karena faktor kawasan industri, ternyata masalah pemulihan kemiskinan itu ada peningkatan. Yang pertama sektor UMKM. Sektor UMKM kita meningkat, oleh karena itu mari kita support warga yang punya usaha. UMKM itu tidak harus selalu soal makanan misalnya, untuk daerah yang banyak sawahnya, bisa buat industri kecil-kecilan untuk pakan ternak,”
Selain itu, ia juga memperkenalkan program “Petani Bangkit” yang digagas sebagai upaya menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian.
“Program ini kita hadirkan setelah melihat berbagai persoalan yang dihadapi petani. Karena kalau kita bicara komoditas pangan, tentu ada banyak hal yang perlu kita benahi bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur AKOM Bantaeng, Dr. Ir. Arminas, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan Seminar dan Pelatihan Inkubator Bisnis dan Teknologi, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu menjadi ruang strategis untuk diskusi, pertukaran gagasan, serta memperkuat jejaring kolaborasi antar berbagai pihak.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan AKOM dapat terus diperkuat. Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha diyakini mampu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, upaya penguatan kewirausahaan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan daya saing ekonomi daerah di Kabupaten Bantaeng,” ujarnya.








