Gelar Zikir Kebangsaan HUT RI di Makassar, Yayasan Babussalam: Jangan Ada Perpecahan!

banner 300300

Makassar – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Yayasan Babussalam menggelar Zikir Kebangsaan di Masjid Amirul Mukminin, Pantai Losari, Kota Makassar, Sabtu (16/8).

Kegiatan bertajuk “Bersatu dalam Doa, Tangguh dalam Persatuan” ini dihadiri sekitar 1.000 jemaah dari berbagai elemen masyarakat.

banner 500350

Pantauan di lokasi, jemaah yang hadir terdiri atas unsur pemerintah, tokoh agama, organisasi masyarakat, ormas Islam, kelompok mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Acara ini sengaja digelar di luar area Masjid Babussalam Borong Raya untuk membawa suasana baru sekaligus menyatukan berbagai etnis di Makassar.

Ketua Panitia sekaligus Pembina Yayasan Babussalam, Syarifuddin Nasution, mengungkapkan momentum HUT ke-81 RI ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi spiritual dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Ini salah satu bentuk kesyukuran kita menikmati kemerdekaan yang ke-81. Kami dari Yayasan Babussalam sangat berharap tidak ada lagi masyarakat yang terkotak-kotak,” ujar Syarifuddin saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/8).

Syarifuddin menegaskan bahwa kepentingan umum dan kemaslahatan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.

Ia berharap kegiatan ini mampu menciptakan suasana Kota Makassar yang kondusif, aman, dan jauh dari aksi anarkis maupun teror geng motor.

“Kita satu visi dan misi, bagaimana Indonesia ke depan bisa lebih baik. Khususnya masyarakat aman dari segala macam kejahatan, tindakan anarkis, ataupun geng motor yang meresahkan. Kepentingan boleh, tetapi kepentingan umum di atas segalanya,” tegasnya.

Dihadiri Para Tokoh dan Lintas Ormas
​Panitia turut mengundang sejumlah pejabat dan pimpinan ormas Islam, di antaranya Wali Kota Makassar atau yang diwakili, Kapolrestabes Makassar yang diwakili, MUI Kota Makassar, DPW Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), hingga Wahdah Islamiyah.

Syarifuddin menyebut kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum guna mempererat silaturahmi antar-elemen warga dan pemerintah.

“Ini tablig akbar terbuka untuk umum. Masyarakat siapa pun bisa bergabung. Cuma karena terbatas kapasitas, ya kita maklumi. Tapi ini terbuka untuk kalangan siapa saja,” katanya.

Rangkaian acara diawali dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Husain Achmad Al-Hamid. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah kebangsaan yang dibawakan oleh Ustaz Das’ad Latief.

Dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latief menekankan pentingnya memadukan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, menjaga toleransi, serta menyampaikan aspirasi secara tertib dan santun sesuai koridor hukum tanpa mengorbankan keutuhan NKRI.

banner 500350

Tinggalkan Balasan