Celios dan Cides-ICMI Sulsel Gelar Diskusi Reformasi Pajak Hijau untuk Daerah

banner 300300

Makassar – ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Sulawesi Selatan bersama Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI Sulsel dan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) akan menggelar diskusi publik bertajuk “Kaya SDA, Miskin Anggaran? Saatnya Reformasi Pajak Hijau untuk Daerah!” di Red Corner Cafe Lantai 2, Jalan Yusuf Daeng Ngawing, Makassar, Selasa (04/8), pukul 13.00–15.30 WITA.

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, serta pemangku kebijakan untuk membahas berbagai tantangan tata kelola sumber daya alam, reformasi pajak hijau, dan kebijakan fiskal berkelanjutan sebagai upaya mengurangi ketimpangan fiskal antardaerah,” kata Ketua CIDES ICMI Sulsel Dr. Adi Suryadi Culla

banner 500350

Diskusi tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian Pra Muktamar VIII dan Milad ke-36 ICMI Tahun 2026, sekaligus menjadi wadah untuk merumuskan berbagai gagasan strategis dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Acara ini menghadirkan Ketua ICMI Orwil Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Arismunandar, serta Ketua CIDES ICMI Orwil Sulawesi Selatan, Dr. Adi Suryadi Culla.

Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang akan hadir memberikan pandangan dan analisis, yakni Ketua Dewan Pakar CIDES ICMI Sulsel yang juga Guru Besar Ekonomi Publik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Abd. Hamid Paddu; Executive Director CELIOS, Bhima Yudhistira Adhinegara; mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2010–2011 yang kini menjabat Anggota Dewan Pers periode 2025–2028, Dr. M. Busyro Muqoddas; serta akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar, Syamsu Alam.

Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi kebijakan terkait pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkeadilan, penguatan reformasi fiskal, serta penerapan pajak hijau yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah-daerah penghasil sumber daya alam.

“Diskusi ini terbuka bagi kalangan akademisi, mahasiswa, praktisi, organisasi masyarakat, media, maupun masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu ekonomi hijau, tata kelola sumber daya alam, dan pembangunan daerah berkelanjutan,” tutup Dr. Adi Suryadi Culla.

banner 500350

Tinggalkan Balasan