Makassar – Cara unik dilakukan mahasiswi KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 untuk menumbuhkan rasa nasionalisme para pelajar.
Lewat metode interaktif dan simulasi peran, para siswa diajak “menjelajah waktu” mengenal lebih dekat perjuangan para pahlawan Nusantara.
Program kerja individu bertajuk “Misi Eksplorasi Sejarah Melalui Pembelajaran: Menjelajah Waktu Bersama Pahlawan Nusantara” ini diinisiasi oleh mahasiswi KKN Unhas, Majidatul Ulfa.
Kegiatan tersebut digelar di dalam kelas MTs Nurul Abyad pada Kamis (23/7) mulai pukul 13.00 WITA.
”Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa tentang perjalanan perjuangan pahlawan nasional melalui metode pembelajaran yang interaktif dan intensif,” ujar Majidatul Ulfa.
Belajar Sejarah Lewat Roleplay
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk membedah biografi pahlawan, mengulas peristiwa penting, hingga memetik nilai-nilai kebangsaan yang bisa diteladani.
Metode pembelajaran yang diterapkan mengombinasikan paparan materi singkat, tanya jawab, dan simulasi peran (roleplay). Sesi simulasi peran menjadi momen yang paling menghidupkan suasana kelas.
Beberapa siswa tampak antusias berperan sebagai pahlawan, tokoh masyarakat, hingga wartawan masa lalu. Pendekatan ini dinilai ampuh membuat materi sejarah lebih mudah diresapi.
”Melalui simulasi peran, siswa tidak hanya menghafal fakta, tetapi juga mendapatkan pengalaman emosional yang memperkuat pemahaman mereka terhadap sejarah,” tambahnya.
Latih Berpikir Kritis dan Public Speaking
Tak hanya berakting, setiap kelompok juga wajib mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Sesi ini ditujukan untuk melatih keberanian serta kemampuan komunikasi (public speaking) para siswa.
Guru pembimbing bersama fasilitator KKN turut memberikan umpan balik konstruktif terkait akurasi fakta sejarah dan logika alur historis.
Diskusi kemudian berlanjut pada topik kepemimpinan, pengorbanan, dan tanggung jawab sosial di era modern.
Suasana kelas yang kondusif membuat interaksi antar-siswa berjalan mendalam tanpa gangguan eksternal.
Melalui kegiatan ini, siswa MTs Nurul Abyad tidak hanya mendapatkan pengetahuan faktual, tetapi juga memupuk rasa cinta tanah air.
Metode pembelajaran kreatif ini diharapkan dapat terus direplikasi dan dikembangkan pada program pengabdian masyarakat selanjutnya.








