BACAONLINE.ID, MAROS – Bupati Kabupaten Maros Chaidir Syam memimpin Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial Republik Indonesia Bantuan Sosial (Bansos) Integratif Kabupaten Maros.
Kegiatan Rakor ini diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Selasa (19/9) pagi tadi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Sosial Kabupaten Maros Suwardi Sawedi, Para Camat, Lurah dan Kepala Desa dari 14 Kecamatan se-Kabupaten Maros. Sementara dari pihak Kemensos RI dihadiri pendamping PKH.
Selain mereka di atas, hadir pula BPJS Kesehatan Kabupaten Maros.
Dalam kesempatan tersebut, Chaidir meminta aparat pemerintah daerah mengubah cara pandang dalam melihat Bansos.
Untuk itu Bupati Chaidir membuat program “Ayo Kuliah” di Maros demi meningkatkan angka produktifitas dan mengurai angka kemiskinan di kabupaten yang dipimpinnya.
Bukan hanya itu, Bupati Chaidir meminta aparatur pemerintah dan warga kabupaten marusu untuk memahami perubahan terbaru dari metode penyaluran Bansos.
“Informasi terkait perubahan dalam penyaluran manfaat PKH juga akan disebarluaskan kepada camat, lurah, dan kepala desa sebagai upaya untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkap Bupati Chaidir.
Koordinator PKH, Sri Marlina menerangkan tahun keenam pelaksanaan PKH di Kabupaten Maros saat dipimpin Bupati Chaidir mengaku sudah mengumpulkan anak-anak putus sekolah dan memberikan kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Program ini telah berlangsung hingga saat ini dan menghasilkan kesuksesan, dengan 98 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Maros (UMMAH), 9 mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (UNHAS), 3 mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM), dan 1 mahasiswa di Mesir yang akan segera meraih gelar sarjana,” ujarnya.
Sri juga menyampaikan optimisme mereka untuk mencapai target “1 Desa 1 Sarjana” hingga tahun 2024, sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maros.






