BEM FEB Unismuh Dorong Penguatan UMKM di Tengah Tantangan Ekonomi Nasional

banner 300300

Makassar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar sukses menyelenggarakan Economic Intellectual Forum.

Selain menjadi wadah diskusi intelektual melalui seminar nasional dan lokakarya, forum ini menjadi ajang nyata pemberdayaan bagi 15 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.

banner 500350

​Staf Bidang Keilmuan BEM FEB Unismuh, Sri Wahyuni, menyoroti peran strategis kegiatan ini dalam membantu pelaku usaha memperluas jaringan pasar.

Namun, ia juga menggarisbawahi catatan penting terkait ekosistem UMKM lokal yang masih sangat didominasi sektor kuliner.

Tantangan Diversifikasi dan Daya Saing

​Menurut Sri, ketergantungan pada sektor kuliner mencerminkan minimnya diversifikasi usaha.

“Masih terbatasnya sektor ekonomi kreatif lain, seperti kriya, fesyen, hingga inovasi teknologi, menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.

​Ia menambahkan, meskipun sektor kuliner memiliki hambatan masuk yang rendah, pelaku usaha di bidang ini sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi.

Penurunan daya beli masyarakat akibat inflasi membuat konsumen cenderung lebih selektif, yang berdampak langsung pada omzet pelaku usaha kuliner.

Dampak Kenaikan Harga BBM dan Beban Operasional

​Permasalahan UMKM saat ini kian kompleks dengan adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kebijakan ini menciptakan efek domino berupa kenaikan biaya distribusi, logistik, hingga bahan baku produksi.

​Pelaku usaha pun terjebak dalam dilema ekonomi: menaikkan harga jual yang berisiko menurunkan minat pembeli, atau mempertahankan harga dengan margin keuntungan yang semakin tipis.

Kondisi ini tidak hanya dirasakan pelaku kuliner, tetapi juga sektor nonkuliner yang menghadapi tantangan efisiensi operasional, penghambatan ekspansi, hingga penundaan investasi.

Urgensi Literasi Digital dan Akses Permodalan

​Di era digital, tantangan UMKM semakin bertambah dengan pergeseran pola konsumsi masyarakat ke arah platform e-commerce. Namun, kesiapan pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi masih sangat beragam.

​”Masalah literasi digital, keterbatasan strategi branding, serta persaingan dengan produk luar daerah di marketplace menjadi hambatan serius,” jelas Sri.

​Menanggapi hal tersebut, BEM FEB Unismuh menekankan bahwa penguatan UMKM ke depan tidak bisa hanya mengandalkan peningkatan produksi. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang mencakup:

  • Digitalisasi: Optimalisasi pemasaran digital bagi UMKM.
  • Akses Pembiayaan: Mempermudah akses permodalan untuk ekspansi.
  • Efisiensi Operasional: Pendampingan manajemen usaha agar lebih tahan terhadap inflasi.

​Melalui Economic Intellectual Forum ini, BEM FEB Unismuh berharap dapat terus menjadi jembatan bagi akademisi dan pelaku usaha untuk menciptakan solusi konkret bagi keberlanjutan UMKM lokal di masa depan.

banner 500350

Tinggalkan Balasan