Menteri UMKM RI Maman Harap Perbankan Beri Pendampingan bagi Pelaku Usaha

banner 300300

Makassar – Pemerintah melalui Kementerian UMKM memastikan pemberian kelonggaran dalam upaya pemberdayaan UMKM yang sedang melakukan usaha dengan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Perbankan.

Hal itu disampaikan Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman usaha menghadiri Bursa Kewirausahaan Unggulan di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea, Selasa (15/9).

“Jadi saya memang akan sulit sekali sodara-sodara kita pengusaha-pengusaha mikro bisa mengakses KUR ini jadi basisnya memang diberikan kelonggaran tanpa harus mengesampingkan pemberdayaan monitoring maupun pembinaan terhadap UMKM ini,” kata Menteri Maman.

Politisi Golkar ini juga menegaskan, syarat untuk KUR mulai permohonan Rp1 juta hingga Rp100 juta diberikan kemudahan tanpa agunan.

“Secara aturan, ini saya pertegas lagi, untuk program KUR yah, program KUR pinjaman 1 juta sampai 100 itu tidak (agunan) karena itu afirmatif. Tetapi di atas 100-500 juta itu perlu ada agunan,” pungkasnya.

Unhas menjadi tuan rumah kegiatan Bursa Kewirausahaan Unggulan yang diselenggarakan Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Rektor Unhas Prof JJ dalam sambutannya yang diwakili Prof Amir Ilyas mengungkapkan apresiasi atas penunjukan kampus merah sebagai tuan rumah. Prof Ilyas juga menyampaikan permohonan maaf karena Prof JJ tidak sempat hadir langsung.

“Terima kasih Kementerian UMKM, mohon maaf hari ini saya mewakili rektor yang saat ini juga menghadiri kegiatan Unhas Jakarta InTechSEA 2026 di Jakarta yang dihadiri beberapa menteri,” kata Prof Amir Ilyas.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU kerja sama Kementerian UMKM dan Unhas.

Selain itu yang disaksikan Menteri Maman, perbankan Himbara (himpunan bank negara) juga melakukan akad bantuan bagi UMKM yang ada di Sulawesi Selatan.  Adapun program KUR itu dari Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Sulselbar dan Bank BSI.

banner 500350

Tinggalkan Balasan