Jakarta – Maraknya penyimpangan BBM bersubsidi (Ilegal) menjadi sorotan di Sulawesi Selatan. Hal itu terjadi atas sindikat kelompok dugaan mafia BBM jenis solar yang meresahkan di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen. Pol Rusdi Hartono berkomitmen tegas untuk memberantas peredaran BBM Illegal dan telah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus).
Pihaknya, melihat seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Sulsel untuk melakukan tindakan hukum dan tanpa ragu.
Hal itu disampaikan oleh Kapolda Sulawesi Selatan setiap saat memimpin apel pagi di Mapolda Sulsel, baru-baru ini kembali digaungkan.
Peredaran BBM Ilegal jenis solar, pemberantasan penyalahgunaan narkoba serta keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi salah satu fokus utama Kapolda Sulsel Irjen Rusdi Hartono.
Langkah tersebut dianggap sebagai langkah strategis dan diapresiasi oleh sejumlah Aktivis dan Masyarakat di Sulawesi Selatan.
Di sisi lain peredaran narkoba juga menjadi sorotan serta tensi konflik dalam hal gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sulawesi Selatan.
Hal itu ditanggapi oleh Ahmad Zulfikar selaku DPP Serikat Mahasiswa Penggiat Konstitusi dan Hukum (Simposium) Sulsel dengan mendukung dan mengapresiasi langkah-langkah strategis Polda Sulsel dan jajaran Polres dalam melakukan penegakan hukum di Wilayah Hukum Sulawesi Selatan.
“Kami mendukung langkah strategis dan penindakan mafia BBM Subsidi (Ilegal) oleh Polda Sulawesi Selatan. Peredaran Narkoba dan keamanan serta ketertiban masyarakat menjadi PR utama aparat penegak hukum khususnya Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan,” ungkapnya
Selain itu, Ketua DPP SIMPOSIUM pun meminta kepada para pihak agar bersama sama menahan diri dan menghormati proses hukum dalam penanganan konflik yang dapat memancing reaksi pihak-pihak lain.
“Mari kita menahan diri, ciptakan suasana kebatinan yang positif. Jangan kita terpancing atas konflik yang tidak bertanggungjawab di Kota Makassar. Jangan sampai kita terjebak atas perbuatan oknum yang tidak bertanggungjawab yang dapat memecah belah. Kita sama-sama jaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Lakukan hal-hal yang produktif,” pungkas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini.






