Gerakan Masif Andalan Hati Dinilai Pakar Ada Undecided Voters 44,1% Padahal Petahana-Koalisi Gemuk

banner 300300

Makassar – Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Sukri Tamma, memprediksi bahwa Pilkada Sulawesi Selatan yang akan digelar pada 27 November mendatang akan berlangsung sengit. Pertarungan antara pasangan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati melawan Danny Pomanto-Azhar Arsyad diperkirakan akan menarik perhatian banyak pihak.

Menurut Prof. Sukri, pasangan Andi Sudirman-Fatmawati saat ini unggul dalam survei sementara dengan perolehan sekitar 46.3 persen. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa peluang bagi kandidat lain masih terbuka lebar, mengingat masih banyak masyarakat yang belum menentukan pilihan (undecided voters).

banner 500350

Dan undecided voters itu membuat kubu Andalan Hati (Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi Masse) bergerak masif dan simultan di berbagai daerah. Padahal Andi Sudirman merupakan eks Gubernur Sulsel selama beberapa tahun belakangan dan memiliki koalisi gemuk (dukungan Parpol yang besar).

“Saya rasa kedua calon gubernur Sulsel ini akan berkompetisi dengan sangat menarik. Terlebih lagi, pasangan Andi Sudirman Sulaiman, menurut hasil survei sementara, unggul di kisaran 40 persen. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik,” ujar Prof. Sukri.

Tangkapan layar hasil survei Pilgub Sulsel 2024 . (Dok. Indikator)

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unhas ini juga menyarankan agar setiap kandidat memaksimalkan kinerja tim, terutama dalam menggerakkan dukungan dari partai politik pengusung. Meskipun pemilih tidak selalu terikat pada partai, peran partai tetap penting dalam membawa isu-isu kandidat kepada masyarakat.

“Untuk mencapai kemenangan, saya rasa setiap kandidat perlu memaksimalkan kinerja tim, terutama mesin partai pendukung, agar mampu menyebarkan isu-isu terkait kandidat yang mereka usung,” tambahnya.

Dalam konteks geopolitik, Prof. Sukri menilai bahwa basis wilayah masing-masing kandidat juga akan sangat menentukan hasil Pilkada. Ia menjelaskan bahwa wilayah Bone, Soppeng, dan Wajo (Bosowa) merupakan basis kuat bagi pasangan Andi Sudirman-Fatma, sementara Makassar menjadi benteng utama bagi Danny Pomanto.

“Tentu basis wilayah sangat penting. Misalnya, Andi Sudirman punya basis kuat di Bosowa (Bone, Soppeng, dan Wajo), dan Ibu Fatma di Sinjai. Sementara itu, Danny Pomanto memiliki popularitas besar di Makassar, dan Arsyad, yang juga anggota DPRD, punya basis kuat di Sulsel,” jelasnya.

Di akhir wawancara, Prof. Sukri menegaskan bahwa kinerja tim masing-masing kandidat akan menjadi kunci dalam menentukan siapa yang akan unggul di Pilkada ini. Menurutnya, hasil survei sementara yang menempatkan Andi Sudirman-Fatma di posisi terdepan cukup masuk akal, terutama karena Andi Sudirman saat ini menjabat sebagai petahana.

“Kita akan melihat bagaimana kinerja tim masing-masing kandidat. Apakah mereka mampu bekerja maksimal untuk memenangkan pasangan yang mereka dukung, khususnya tim Andi Sudirman-Fatma sebagai petahana, atau justru sebaliknya,” pungkas dia.

Sebelumnya, bocor hasil survei dari lembaga survei Indikator untuk Pilgub Sulsel 2024. Dengan simulasi dua nama calon, masyarakat yang ditanya memilih siapa jika pemilihan dilaksanakan hari ini hasilnya menempatkan Andi Sudirman dengan angka survei 46.3 persen, sementara Danny Pomanto hanya 9.6 persen.

Adapun yang memilih untuk tidak menjawab dan atau belum menentukan pilihan (undecided voters) sebanyak 44.1 persen.

banner 500350

Tinggalkan Balasan

Baca Juga