Makassar – Universitas Negeri Makassar (UNM) menerima 11 ribu mahasiswa dan mahasiswi baru (Maba) tahun ajaran 2025 melalui PKKMB.
Acara itu berlangsung di pelataran kampus lantai 1 Kampus UNM, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, Senin (11/8).
PKKMB 2025 dilakukan dengan dua sesi, sesi pertama sebanyak 6 ribuan orang dan sesi kedua dengan 5 ribuan mahasiswa.
Dalam sesi kedua, UNM mengundang tamu kehormatan dari istana, yakni Wakil Menteri BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesi) Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Dalam sambutannnya, Rektor UNM Prof Karta Jayadi menegaskan, sebanyak 11 ribu lebih mahasiswa yang diterima hari ini adalah mahasiswa dengan kemampuan yang luar biasa, sebab mampu lolos dari calon lain. Selain kemampuan mahasiswa tentu doa keluarga dan ridho tuhan adalah penentu.
“Ia mengingatkan mahasiswa untuk memperkuat jati diri dan terus berprestasi.
Ia juga mengimbau agar mulai merancang cita-cita sejak dini. “Sebab, menurutnya bukan dibuat langsung bisa dipetik. Akan tetapi ada proses panjang dijalani. Apa dilakukan saat ini, itu dituai di masa depan,” ujar prof Karta.
Sementara itu Wamen BP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla memberikan spirit dan motivasi, menampilkan sosok pangeran charles asal Inggris sebagai acuan dalam terus giat berusaha dan hidup sederhana.
“Dunia yang akan di jalani oleh adek – adek adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia yang pernah saya jalani maupun yang di jalani pak rektor, perkembangan sangat cepat makanya zaman ini di sebut zaman Age of selection zaman sangat cepat,” ujar Dzulfikar.
Tambah Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu, dunia bekerja di tengah percepatan yang terjadi ada satu problem namanya age explosion negara- negara besar sains teknologinya tinggi, teknologinya tumbuh besar mengalami masalah tertentu.
“Dunia Global hari ini kekurangan tenaga – tenaga kerja produktif, bagaimana kita bisa menjadi tenaga-tenaga kerja produktif yaitu mempunyai skill (kemampuan) bahasa, kemarin saya ketemu duta besar Jepang dia menyampaikan dia membutuhkan tenaga- tenaga kerja produktif 100 ribu orang,” timpalnya.
Dia juga mengutip pesan dan nasehat Presiden Prabowo Subianto sebagai landasan dasar dalam berkehidupan.
“Kalau engkau tidak bisa membantu banyak orang—maka bantulah beberapa orang. Kalau engkau tidak bisa membantu beberapa orang—maka bantulah satu orang. Lalu ketika kamu tidak bisa membantu satu orang saja paling tidak kamu tidak menyusahkan orang dan saya berharap mahasiswa baru universitas negeri makassar menjadi orang- orang yang berguna bagi bangsa dan negara dan saya liat itu ada di pancaran diri adek- sekalian,” pungkasnya.







