Makassar – Universitas Handayani Makassar menggelar sosialisasi strategi lolos hibah RIKUB 2026, puluhan dosen antusias ikuti pemaparan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Hal ini menegaskan komitmennya dalam penguatan riset dan inovasi melalui pelaksanaan Sosialisasi Tips dan Trik Lolos Hibah Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) 2026, Selasa (25/11).
Kegiatan ini digelar secara daring melalui zoom meeting dan menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Widyasari, dari Universitas Ibn Khaldun Bogor.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WITA ini dibuka oleh MC, kemudian dilanjutkan laporan resmi oleh Kepala LPPM Universitas Handayani Makassar, Rijal S.Sos.
Dalam laporannya, menyampaikan hibah RIKUB merupakan salah satu skema pendanaan strategis yang perlu dioptimalkan oleh para dosen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi serta dampak penelitian.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak dosen yang memahami mekanisme penyusunan proposal hibah RIKUB sehingga peluang lolos dapat meningkat,” ujarnya dalam laporan pembuka.
Rektor Universitas Handayani Makassar Prof. Dr. Muhammad Yaumi, memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Riset Konsorsium Unggulan Berdampak merupakan tuntutan perguruan tinggi modern sehingga kompetensi dosen dalam menyusun proposal harus terus ditingkatkan.
“RIKUB tidak hanya menuntut inovasi, tetapi juga kolaborasi lintas institusi dan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat. Inilah yang perlu menjadi fokus para peneliti,” ujar Rektor.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Widyasari memberikan pemaparan mendalam terkait strategi penyusunan proposal Hibah RIKUB 2026.
Ia menjelaskan secara rinci elemen penting yang harus diperhatikan dosen, mulai dari analisis kebutuhan riset, struktur proposal, kesesuaian tema, hingga pentingnya membangun konsorsium antar perguruan tinggi.
Dalam presentasinya, Prof. Widyasari menekankan empat poin utama yang sering membuat proposal tidak lolos seleksi, yaitu ketidaksesuaian fokus riset, kelemahan metodologi, kurangnya bukti kolaborasi, dan ketidakjelasan luaran penelitian.
Ia juga menyarankan agar dosen mulai menyiapkan proposal lebih awal agar dapat melalui proses review internal.
“Proposal yang baik adalah proposal yang dipersiapkan jauh sebelum deadline, melalui proses diskusi, revisi, dan penyempurnaan,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 75 peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi. Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis dan interaktif.
Berbagai pertanyaan muncul terkait teknis penyusunan proposal, peluang riset kolaboratif, serta strategi memperkuat roadmap penelitian agar sesuai dengan persyaratan hibah RIKUB.
Moderator, Muh. Taufik Al Hakim Yaumi, turut memandu jalannya diskusi hingga sesi berakhir. Acara ditutup sekitar pukul 15.30 WITA.
Selama kegiatan berlangsung, koneksi internet dan platform Zoom berjalan lancar tanpa kendala. LPPM menyampaikan bahwa materi sosialisasi akan dibagikan melalui grup WhatsApp dan email resmi, sebagai bentuk tindak lanjut bagi peserta yang ingin memperdalam pemahaman.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Handayani Makassar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas riset dan mendorong dosen berkompetisi dalam hibah nasional, termasuk RIKUB 2026.









