Unhas Cap Diri Kampus Berkelanjutan, Ini Indikator Jadi Alasan Utamanya

banner 300300

Makassar – Di tengah krisis iklim dan meningkatnya tuntutan terhadap perguruan tinggi untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, kampus juga dituntut untuk mampu mengembangkan tata kelola yang ramah lingkungan.

Berbagai indikator keberlanjutan, seperti pengelolaan energi, air, limbah, transportasi, hingga digitalisasi, kini menjadi bagian penting dalam menentukan daya saing universitas di tingkat global.

banner 500350

Kesadaran itulah yang mendorong Universitas Hasanuddin (Unhas) merampungkan final submission UI GreenMetric World University Rankings 2026 pada Kamis (09/7).

Selain aspek administratif berupa pengisian kuesioner, proses ini membutuhkan pendekatan sains untuk memastikan data benar-benar menggambarkan kondisi nyata kampus.

Data yang baik harus memenuhi tiga syarat utama: akurat, dapat diverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip yang sama diterapkan oleh Tim Unhas dalam penyusunan dokumen UI GreenMetric. Setiap indikator melewati proses cross-check, validasi, hingga penyempurnaan bukti pendukung sebelum akhirnya diunggah ke sistem penilaian.

Pada satu sisi, UI GreenMetric merupakan ajang pemeringkatan. Namun di sisi lain, instrumen ini juga mengukur sejauh mana universitas menerapkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas sehari-hari.

Berbeda dengan pemeringkatan akademik yang banyak menilai reputasi riset dan publikasi, UI GreenMetric melihat bagaimana kampus mengelola sumber daya secara bertanggung jawab.

Tahun 2025, sebanyak 1.745 universitas dari 105 negara mengikuti pemeringkatan ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa isu keberlanjutan telah menjadi bahasa bersama perguruan tinggi dunia.

Universitas kini tidak hanya berlomba menghasilkan inovasi, tetapi juga membuktikan bahwa operasional kampus mampu menekan dampak lingkungan sekaligus menciptakan ekosistem yang sehat bagi sivitas akademika.

Pada siklus 2026, UI GreenMetric mengangkat tema Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance. Tema ini mencerminkan perubahan paradigma.

Selain fokus pada ruang terbuka hijau atau pengelolaan sampah, kampus keberlanjutan juga harus melibatkan tata kelola yang transparan, sistem digital yang terintegrasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Ketua Tim UI GreenMetric Unhas, Prof. Dr. Ir. Arifuddin, menegaskan bahwa proses final submission merupakan bentuk komitmen Unhas.

“Setiap bukti dukung melalui proses verifikasi agar benar-benar mencerminkan kondisi aktual implementasi keberlanjutan di lingkungan Unhas,” kata Prof. Arifuddin.

Pendekatan ini sejalan dengan praktik evidence-based management, yakni pengambilan keputusan berdasarkan bukti yang terukur.

Data merupakan dasar untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan, mengidentifikasi kelemahan, sekaligus merancang strategi keberlanjutan yang lebih baik pada masa mendatang.

Penyusunan dokumen UI GreenMetric di Unhas melibatkan berbagai fakultas dan unit kerja. Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab satu tim, melainkan budaya organisasi yang dibangun bersama. Dari pengelola energi, pengelolaan limbah, transportasi kampus, hingga unit teknologi informasi, seluruhnya menjadi bagian dari ekosistem yang saling terhubung.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Amiruddin, menilai kolaborasi tersebut sebagai modal penting dalam memperkuat transformasi institusi menuju kampus yang semakin berkelanjutan.

“Kami berharap hasil penilaian tahun ini tidak hanya meningkatkan posisi Unhas dalam pemeringkatan internasional, tetapi juga memperkuat kontribusi Unhas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Prof. Amiruddin.

banner 500350

Tinggalkan Balasan