Atasi Climate Change, FIKP Universitas Hasanuddin Edukasi Nelayan Strategi Adaptasi

banner 300300

Makassar – Perubahan lingkungan yang semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir menjadi tantangan serius bagi sektor perikanan Indonesia.

Pola musim yang bergeser, cuaca yang semakin tidak menentu, fluktuasi kualitas perairan, hingga perubahan distribusi sumber daya ikan telah memengaruhi produktivitas perikanan tangkap maupun budidaya.

banner 500350

Kondisi tersebut menuntut hadirnya strategi adaptasi yang tidak hanya responsif, tetapi juga berbasis ilmu pengetahuan agar keberlanjutan sumber daya perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus terjaga.

Merespons tantangan tersebut, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin bersama Bank Indonesia dan Yayasan Mattirotasi Mitra Lestari menginisiasi pelatihan dan pendampingan mengenai manajemen risiko serta adaptasi perubahan lingkungan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/6) di Hotel Novotel Makassar ini diikuti sekitar 22 nelayan dan pembudidaya dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.

Pada kegiatan tersebut, dosen Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (PSP), FIKP Unhas, Muhammad Kurnia, hadir sebagai narasumber utama yang membawakan materi mengenai manajemen risiko dan strategi adaptasi terhadap perubahan lingkungan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Melalui wawancara pada Senin (29/6), Muhammad Kurnia menjelaskan bahwa perubahan lingkungan telah menjadi tantangan yang tidak dapat dihindari dalam pembangunan sektor perikanan.

Penguatan kapasitas nelayan dan pembudidaya menjadi salah satu langkah strategis agar masyarakat pesisir mampu mengantisipasi berbagai risiko sekaligus mempertahankan keberlanjutan usaha mereka di tengah perubahan kondisi lingkungan yang berlangsung semakin dinamis.

“Perubahan lingkungan bukan lagi isu yang akan dihadapi di masa depan, tetapi sudah menjadi realitas yang dirasakan langsung oleh nelayan dan pembudidaya. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar sektor perikanan tetap produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Setiap dampak perubahan lingkungan memiliki karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda sehingga memerlukan strategi penanganan yang spesifik.

Pengelolaan perikanan tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam, melainkan harus disusun secara adaptif berdasarkan kondisi ekologi, sosial, dan ekonomi di setiap wilayah.

“Upaya adaptasi tidak hanya bertujuan mempertahankan produksi perikanan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat pesisir,” tambah Kurnia.

Lebih lanjut, Kurnia menuturkan bahwa berbagai dampak perubahan lingkungan dapat diminimalkan melalui identifikasi risiko sejak dini, penilaian risiko yang komprehensif, serta penerapan strategi adaptasi yang dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.

Pendekatan pengelolaan perikanan berbasis ekosistem menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan ketahanan sektor perikanan terhadap berbagai dinamika lingkungan, sekaligus menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian sumber daya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Mattirotasi Mitra Lestari, Muh. Ikhsan Idrus, mengatakan pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang sangat relevan bagi masyarakat pesisir yang kini semakin merasakan dampak perubahan lingkungan terhadap aktivitas ekonomi mereka.

“Kami berharap kegiatan edukatif ini mampu meningkatkan pemahaman nelayan dan pembudidaya mengenai berbagai strategi adaptasi yang dapat diterapkan sesuai kondisi lapangan. Dengan demikian, produktivitas usaha dapat dipertahankan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” jelasnya.

Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, studi kasus, dan berbagi pengalaman antara peserta dengan narasumber.

Berbagai persoalan yang dihadapi nelayan maupun pembudidaya di lapangan menjadi bahan pembelajaran bersama untuk merumuskan solusi adaptif yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah, sehingga materi yang diberikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif.

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendiseminasikan hasil kajian akademik kepada masyarakat melalui penguatan kapasitas dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga masyarakat, dan dunia usaha diharapkan terus diperkuat untuk mewujudkan sistem perikanan yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan, produktif secara ekonomi, dan berkelanjutan dalam menjaga sumber daya perikanan Indonesia.

banner 500350

Tinggalkan Balasan

Baca Juga