Akademisi UIT Sesalkan Dugaan ‘Invisible Pressure’ Klarifikasi Guru Ahmad Viralkan Sekolah Ambruk

banner 300300

Bulukumba – Beredarnya vidio unggahan seorang guru di Kabupaten Bulukumba atas sebuah kondisi sebuah sekolah berujung permohonan maaf memantik respons.

Guru asal SDN 156 Kalukubodoa, Ahmad Firman meminta maaf usai mengungguh fakta ambruknya atap sekolah tempatnya mengajar.

banner 500350

Banyak pihak menilai, Ahmad Firman di bawah tekanan (invisible pressure) untuk memohon maaf, salah satunya akademisi Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar asal Bulukumba.

“Sangat menyayangkan dek vidio klarifkasi itu padahal itu fakta di lapangan tentang dunia pendidikan yang tidak jadi perhatian khusus Pemerintah Bulukumba,” kata Dr Andi Risma Jaya kepada baca online, Jum’at (14/11).

Sebelumnya, salah seorang legislator DPRD Bulukumba Juandy Tendean ikut buka suara, justru merasa aneh dengan permohonan klarifikasi Ahmad Firman.

“Saya pribadi merasa aneh. Kok yang bersangkutan bikin video klarifikasi, sementara apa yang disampaikan itu fakta,” ujar Juandy, Kamis (13/11) lalu, seperti dilansir berita lokal.

 

Menurut anggota Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan ini, tindakan Ahmad yang menyebarkan video kondisi sekolah mestinya diapresiasi, bukan malah dikecam.

Ia menilai keterusterangan seorang guru adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan murid dan tanggung jawab moral sebagai pendidik.

“Jangan sampai yang bersangkutan ini diintervensi oleh pihak tertentu yang merasa terganggu dengan informasinya. Jangan sampai yah, saya hanya menduga. Tapi ini masalah serius,” tegas Juandy.

Atas keanehan itu, Juandy akan menggunakan haknya sebagai wakil rakyat, mendorong DPRD Bulukumba untuk menelusuri lebih jauh motif di balik munculnya video klarifikasi tersebut.

Pihaknya mendesak Komisi IV DPRD Bulukumba segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Pendidikan dan Satgas terkait.

Ahmad Firman Guru SDN 156 Kalukubodoa mengunggah vidio berdurasi 49 detik. Adaoun vdio tersebut atap SDN 156 Kalukubodo ambruk viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video itu, suara perekam terdengar emosional dan kesal melihat kondisi sekolah yang nyaris menimpa siswa.

“Sekolah sudah runtuh di SD 156 KalukubodoUhhh… hampir menimpa siswa. Kita mau dilihat mati ini, tidak pernah mau diperbaiki,” ucap Ahmad dalam bahasa Konjo.

Namun dua hari kemudian, publik justru dibuat tercengang setelah muncul video klarifikasi dari Ahmad yang membaca surat pernyataan permintaan maaf dan mengaku lalai karena menyebarkan video tanpa seizin kepala sekolah.

banner 500350

Tinggalkan Balasan