Makassar – Dany Rahmat Muharram, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2026-2028, dalam Muktamar XXIV IPM yang digelar di Aula Haji Embarkasi Makassar, Ahad (08/2) siang.
Muktamar sendiri merupakan forum permusyawaratan tertinggi di IPM. Dalam Muktamar XXIV, Dany berhasil menjadi formatur dengan raihan suara tertinggi, 750 suara, di antara 13 formatur terpilih.
Berikut 13 formatur terpilih Muktamar XXIV IPM:
- Dany Rahmat Muharram: 750 suara
- Ghufran Al Ghifary Kamiluddin: 736 suara
- Umul Fatimah: 718 suara
- Radhi Nugraha: 691 suara
- Muhammad Rizki Maulana: 689 suara
- Rizky Anugrah Robby: 686 suara
- Indri Narulita: 665 suara
- Muhammad Syahrul Ilyas: 662 suara
- Framanahadi: 660 suara
- Muhammad Ade Tisna: 653 suara
- Yudhistira Ananta: 635 suara
- Tsabita Ikrima Al Arify: 541 suara
- Riestu Fauzan Akbar: 531 suara
Para formatur tersebut kemudian melakukan sidang tertutup, yang akhirnya menetapkan Dany Rahmat Muharram sebagai Ketua Umum, Tsabita Ikrima Al Arify sebagai Sekretaris Jenderal, serta Rizky Anugrah Robby sebagai Bendahara Umum.
Dany Rahmat Muharram, diketahui merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dengan rekam jejak aktivisme IPM yang terbilang lengkap.
Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PP IPM dalam Muktamar XXIV kali ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Umum PW IPM Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, pada pembukaan Ketua Umum IPM berharap Muktamar melahirkan pelajar yang tidak cuma memikirkan organisasi, namun mengabdi bagi bangsa dan negara khususnya perubahan yang baik untuk generasi bangsa.
“Kita di IPM sudah bergerak kurang lebih dua tahun dan melahirkan sejuta manfaat dan rasa. Untuk saya kagum dengan IPM,” ujar dia.
Sebelum mempersilahkan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir dia menyapa Pengurus IPM dari seluruh Indonesia.
Sebelum secara resmi dibuka, Prof Haedar Nashir memberikan sambutan. Ia mengungkapkan kehadiran tokoh-tokoh di Muktamar IPM merupakan penggemblengan dari Muhammadiyah ataupun Badan Otonom Muhammadiyah seperti IPM.
“Seperti pak Menko (Zulhas) setiap kegiatan beliau selalu hadir, kemudian dinda Dzulfikar Ahmad Tawalla (Wamen) Ketum PP Pemuda Muhammadiyah ayahnya adalah (Kiai Tawalla) kawan saya,” ujarnya.
“Dan almamater yang kalian pakai itu adalah almamater yang saya pakai,” seru dia disambut tepuk peserta Muktamar.









