Jakarta – Presiden Republik Indonesia H Prabowo Subianto mengungkapkan fakta mencengangkan atas peristiwa yang terjadi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal itu diungkapnya usai berkunjung di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (01/9) siang.
“Ini menurut saya sudah perusuh, niatnya membakar. Ditemukan truk, isinya alat-alat untuk membakar. Dan kita lihat di banyak tempat, Gedung DPR, DPRD. Ini adalah instansi negara yang menjalankan kedaulatan negara, alat demokrasi, dibakar,” kata Prabowo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9).
Presiden merespons aksi yang terjadi di beberapa daerah dan khususnya di Kota Makassar sebagai tindakan yang di luar dari penyampaian aspirasi, bahkan sangat melenceng.
“Ingat, di Sulawesi Selatan, 4 ASN, orang tidak bersalah, orang tidak berpolitik, menjadi korban. Gedung DPRD dibakar, ini tindakan-tindakan makar ini. Ini bukan penyampaian aspirasi,” katanya.
Sebelumnya, aksi demontrasi yang terjadi di Kota Makassar, Sulsel berubah menjadi anarkis. Gedung DPRD Sulsel dan DPRD Kota Makassar dibakar massa aksi, Jum’at (29/8).
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 4 orang meninggal di Kota Makassar dan puluhan kendaraan roda empat, sepeda motor tersisa terbakar sisa puing.
Empat korban tewas yakni Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Syaiful Akbar, staf humas DPRD Makassar Muh Akbar Basri alias Abay, staf anggota DPRD Makassar Sarina Wati dan Dandi yang tewas dikeroyok massa aksi.
Adapun keempatnya sudah dimakamkan pihak keluarga masing-masing setelah dilakukan pemulasaran di Biddokkes RS Bhayangkara Polda Sulsel.








