Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama liburan sekolah tetap beroperasional. Namun, diberlakukan beberapa opsi.
Hal itu diungkap Kepala BGN Dadan Hindayana kepada awak media terkait akhir tahun yang bertepatan dengan libur sekolah tahunan.
Dadan mengungkapkan, akan melakukan inventarisasi. Secara gamblang dia mengatakan opsi delivery MBG khusus untuk ibu hamil, menyusui dan balita. Sementara untuk anak sekolah seberapa banyak yang bersedia ke sekolah ambil dan dibawa ke rumah.
“Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa. Untuk Anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” kata Dadan seperti dikutip dari detikcom, Minggu (21/12).
Pihaknya meminta SPPG (dapur MBG) menyediakan konsumsi siap santap seperti telur, buah, susu, abon atau dendeng di awal libur sekolah. Menu ini efektif selama empat hari awal liburan.
“Awal libur diberikan makanan siap santap untuk maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, abon, atau dendeng,” ujarnya.
BGN juga menyiapkan opsi makanan diantar ke rumah siswa. Hal ini merespons sejumlah orang tua yang tidak berkenan mengambil MBG ke sekolah.
“Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah, jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” ucapnya.
BGN, kata dia sedang berupaya mencari skema dan sistem terbaik termasuk, juga opsi delivery ke rumah masing-masing siswa atau setelah diinventarisir meminta keluarga siswa mengambil ke SPPG.







