Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia Prof Nasaruddin Umar mengirimkan pesan berduka cita atas meninggalnya Pope Fransiskus, pemimpin umat katolik dunia di usia 88 tahun, pada Senin (21/4) sekitar 07.35 waktu setempat.
Pope Fransiskus dikenal dekat dengan Prof Nasaruddin Umar, bahkan jauh sebelum Prof Nasaruddin Umar masuk salah satu menteri kabinet merah putih, persisnya saat menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal.
“Saya mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas wafatnya Paus Fransiskus. Tentu jasa dan persahabatan beliau tidak bisa kita lupakan,” kata Nasaruddin dalam keterangannya, Senin (21/4). Saya mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas wafatnya Paus Fransiskus. Tentu jasa dan persahabatan beliau tidak bisa kita lupakan,” ujarnya.
“Tentu doa kita semoga yang mulia mendapat tempat yang layak di sisi-Nya sesuai dengan kebajikan yang telah dilakukannya,” sambungnya.
Kekerabatan Pope dan Prof Nasaruddin Umar hingga menandatangani Deklarasi Istiqlal pada 05 September 2024 lalu menjadi momentum toleransi bagi pemimpin agama tersebut. Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar mengenalkan kepada Paus Fransiskus bahwa Masjid Istiqlal adalah rumah besar bagi kemanusiaan.
Duka warga Katolik turut dirasakan Prof Nasaruddin Umar, dia pun berpesan untuk bersabar dalam menghadapi cobaan dan ketabahan bagi bangsa Vatikan.
“Sekali lagi kami semuanya, keluarga besar Kementerian Agama dan segenap warga bangsa Indonesia mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Paus Fransiskus,” tandasnya.








